Normal Baru, Industri Pariwisata dan Hiburan di Bontang Harus Siapkan Protokol Kesehatan
mindset pelaku bisnis wisata dan hiburan harus berubah dan taat kepada protokol kesehatan
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani | Editor: Samir Paturusi
Disinggung sejauh mana covid-19 membuat rugi industri pariwisata dan hiburan di Bontang, Bambang tak menampik kerugian mencapai angka 70 persen.
"Tapi ini kan bencana skala dunia. Akan lebih-lebih lagi apabila kita tak mengambil langkah menjalankan protokol kesehatan. Karena dampak kesehatannya luar biasa. Hitung rugi antara materil dan kesehatan, ya lebih mahal sehat," ungkapnya.
Industri pariwisata dan hiburan Bontang 3 bulan terakhir sebelum diterpa pandemi, mampu memberikan benefit ekonomi kepada PAD kota hingga Rp 3,6 miliar.
Baca Juga
Menuju New Normal, Sanksi Menyapu Jalan Hingga Denda Disiapkan Pemkot Balikpapan
Talk Show di Kota Raja Channel Masih Bahas Pendidikan di Era New Normal, Guru Dituntut Lebih Kreatif
Kementerian Agama Terbitkan Panduan Layanan Menikah di Situasi New Normal Covid-19
"Tapi itu bukan distribusi dari restoran, tempat hiburan dan hotel. Yang mungut langsung dari Bapenda. Kita dapat laporan saja," katanya.
Diketahui, pariwisata di Bontang tumbuh positif sebelum Virus Corona. Jumlah kunjungan wisata menunujukkan tren naik tiap tahun.
"Terakhir 2017-2018 naik hingga 300 persen. Apalagi Beras Basah ditata, tempat-tempat wisata yang dikelola swasta juga ditata. Trennya meningkat," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/01-kepala-dinas-pemuda-olahraga-dan-pariwisata-bontang-kalimantan-timur-bambang-cipto-mulyono.jpg)