Unjuk Rasa di Samarinda, Pembebasan Demonstran Asal Papua Dugaan Makar, Polresta Angkat Bicara

Belasan aktivis berkerumun di depan Kantor Kemenkumham wilayah Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa (16/6/2020).

Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/JINO KARTONO
Belasan aktivis berkerumun di depan Kantor Kemenkumham wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) pada Selasa (16/6/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Belasan aktivis berkerumun di depan Kantor Kemenkumham wilayah Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa (16/6/2020).

 Mereka meminta kepada pihak terkait untuk melepaskan para demonstran asal Papua yang ditangkap karena dugaan makar 16 Agustus silam.

Ketujuh orang tersebut hari ini menjalani sidang di Pengadilan Negeri Balikpapan. Ketujuh orang tersebut yaitu Alexander Gobay, Steven Itlay, Buchtar Tabuni, Irwanus Uropmabin, Agus Kossay, Hengky Hilapok, dan Ferry Kumbo. Ketujuh orang tersebut mendapat tuntutan dari jaksa penuntut umum dengan hukuman Lima sampai 17 tahun penjara.

Humas aksi Deis Magai, mengatakan mereka menuntut agar ketujuh orang tersebut dibebaskan. Selain itu pihaknya menganggap adanya diskriminasi rasial terhadap ketujuh orang tersebut.

Baca Juga: Hasil Rapid Test Hafiz Quran dan Takmir Masjid Al-Ansor di Tenggarong Kukar, Ada 69 Orang

Baca Juga: PHRI Tarakan Pikirkan Nasib Hotel yang tak Ada Kerjasama Karantina Kasus Covid-19, Begini Solusinya

Selain itu ia berharap pemerintah mau mendengar permintaan para demonstran ini. "Jangan sampai nanti akan terjadi perpecahan dan berkembangnya isu rasialis di Indonesia khsuusnya Kalimantan Timur," ucapnya.

Sebelumnya Aksi demo mengatasnamakan Aliansi Kaltim Melawan beraksi di depan Kantor Kemenkumham wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) Jl. MT. Haryono kota Samarinda, Selasa (16/6/2020).

Dalam aksi tersebut, pendemo meminta agar para tahanan politik asal Papua yang ditahan di Kota Balikpapan segera dibebaskan.

Para pendemo ini menyakini penahanan warga asal Papua itu mendiskreditkan warga Papua di Kalimantan Timur. Selama melaksanakan aksi, personel kepolisian berjaga di sekitar gedung Kemenkumham.

Baca Juga: Kisah Penggali Kuburan Pasien Covid-19 Balikpapan, Takut Tapi Dipaksa Hingga Siapkan Lubang Cadangan

Baca Juga: Pemicu Klaster Baru Pasein Covid-19 di Balikpapan, Waktu Dekat Ini Kampung Baru akan Disterilkan

Kabag Ops Polresta Samarinda Kompol Erick Budi Santoso mengatakan aksi demo pada hari ini berjalan lancar. Bahkan ia melarang anggotannya membawa peralatan taktis. Tujuannya agar menciptakan kondisi tenang tak aman selama demonstran.

"Kami siapkan 143 personel dari Polresta maupun polsek yang ada di Samarinda," ucapnya. Bahkan jika demo sampai siang hari pihaknya menyiapkan makanan untuk para pendemo.

"Kita juga siapkan masker bagi yang tidak membawa masker," ucap Erick Budi Santoso.

( TribunKaltim.co )

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved