Virus Corona di Balikpapan
PMI Balikpapan Jamin ke Warga, Tidak Perlu Khawatir untuk Donor Darah, Tetap Taati Protokol Covid-19
Ketua Palang Merah Indonesia Kota Balikpapan ( PMI Balikpapan ) Dyah Muryani, menyebut, akan menindaklanjuti dalam waktu dekat permintaan Walikota
Penulis: Heriani AM | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Ketua Palang Merah Indonesia Kota Balikpapan ( PMI Balikpapan ) Dyah Muryani, menyebut, akan menindaklanjuti dalam waktu dekat permintaan Walikota Balikpapan, yakni melakukan donor darah bersama tenaga pendidik.
Namun sebelum itu, pihaknya akan melakukan koordinasi terlebih dahulu bersama yang bersangkutan.
"Saya akan bersurat ke pak Wali, tembusannya ke PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia, red) sekaligus ke MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah, red). Akan kami tindaklanjuti mumpung mereka belum menyelenggarakan sekolah. Sepakati permintaan Walikota Balikpapan, dan kami akan ikuti," ungkapnya kepada TribunKaltim.co pada Kamis (18/6/2020).
Perempuan berhijab ini menyebutkan pihaknya memang sedang sangat membutuhkan uluran tangan pendonor untuk membantu orang-orang yang sedang sakit, dan sedang dirawat di rumah sakit.
Baca Juga: Masuk Mall Sambil Bawa Narkoba, Bandar Sabu di Balikpapan Diciduk Tim Opsnal Polsek
Katanya, rumah sakit butuh banyak pasokan darah. Di tengah kondisi saat ini, cukup sulit melakukan donor darah karena adanya kekhawatiran penyebaran virus Corona atau covid-19.
Ia menjelaskan, bahwa covid-19 tidak ditularkan melalui darah, sehingga kekhawatiran bisa berkurang. Selain itu, kantor PMI ia jamin aman, karena telah menetapkan protokol kesehatan dengan disiplin.
"Menerapkan protokol kesehatan dengan maksimal, ada tempat cuci tangan, pengukur suhu tubuh, hand sanitizer, sterilisasi, mengenakan APD, dan memberi jarak," imbuhnya.
Ia juga menjelaskan mekanisme pengambilan darah. Selain sistem mendonorkan darah di tempat, yakni pendonor datang ke kantor PMI, ada juga sistem jemput bola melalui mobile unit, bisa dengan bus atau tempat dimana berkumpulnya para pendonor.
Sistem jemput bola ini pula, diyakini bisa mengurangi ketakutan akan penularan dan sebagainya. Prinsip petugas PMI tetap menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap di lokasi.
Baca Juga: Inilah Pesan Adik untuk Ruben Onsu Sang Kakak yang Kini Hadapi Problematika Ayam Geprek Bensu
Baca Juga: Ridwan Kamil Jadi Favorit di Dunia Maya, PKB Menilai Para Gubernur Itu Rajin Kerja dan Bangun Citra
"Para pendonor kami sarankan untuk tetap menggunakan masker, bahkan face shield juga kalau mereka patuh. Sistem keamanan kita buat semaksimal mungkin. Ada jarak yang kita ambil," jelasnya.
Selain itu, jika pendonor yang datang ke kantor PMI, Dyah menyebut pihaknya mengambil langkah taktis, yakni menindaklanjuti antrian yang ada.
"Kalau pendonor datang ke kantor, kami tidak laksanakan donor darah serentak, paling 10 orang dulu diikuti selanjutnya. Begitupun jika kami dipanggil kesana. Termasuk PGRI yang akan kita sasar, tergantung bagaimana koordinasi kami lebih jauh," pungkasnya.
( TribunKaltim.co )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/uamng-umang.jpg)