Berita Kaltim Terkini
3 Alasan Mengapa Cuaca Kaltim Semakin Panas, Butuh Sepak Terjang Kaum Muda-mudi
Kegiatan ini berlangsung melalui diskusi publik bertajuk "Mengapa Kaltim Makin Panas dan Apa Peran Kita Sebagai Pemuda?"
Penulis: Ary Nindita Intan R S | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Merespons situasi ekologis Kalimantan Timur yang kian mengkhawatirkan, Pusat Advokasi Kaltim (PUSAKA) berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat sipil membincangkan isu lingkungan hidup di Kalimantan Timur.
Kegiatan ini berlangsung melalui diskusi publik bertajuk "Mengapa Kaltim Makin Panas dan Apa Peran Kita Sebagai Pemuda?".
Diskusi ini bertujuan membedah arah kebijakan daerah agar tetap berpihak pada keadilan sosial dan iklim di tengah ancaman pemanasan global.
Baca juga: Inisiasi Raperda Ruang Terbuka Hijau Ramah Anak, DPRD Balikpapan Targetkan Pembahasan Tahun 2026
Forum konsolidasi tersebut menghadirkan panel pembicara lintas sektor, yakni:
- Akademisi Noneng Dewi Z;
- Direktur WALHI Kaltim Fathur Roziqin;
- Perwakilan PUSAKA Dyah Ayu;
- serta perwakilan AJI Balikpapan Sucipto;
- Dengan dipandu oleh Nabila P. selaku moderator.
Koordinator PUSAKA, M. Taufik, menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar ruang diskusi teoretis, melainkan panggilan mendesak untuk konsolidasi gerakan sipil di Kalimantan Timur.
Menurutnya, kenaikan suhu ekstrem dan rentetan bencana ekologis di Kaltim saat ini bukanlah fenomena alam biasa, melainkan dampak nyata dari ketimpangan struktural dan eksploitasi ruang hidup yang masif.
Baca juga: Cerita Gen Z Blusukan ke Hutan Balikpapan Berkat Rayuan Ibu, Awalnya Terpaksa Kini jadi Nagih
PUSAKA berkomitmen membangun basis kesadaran kritis bersama masyarakat dan generasi muda agar tidak lagi menjadi penonton pasif.
"Di tengah kebijakan pembangunan yang mengorbankan masa depan lingkungan hidup," ujar Taufik dalam keterangan tertulis yang diterima TribunKaltim.co, Kamis (21/5/2026).
Forum ini menjadi langkah awal penting untuk merumuskan agenda tandingan yang taktis, berbasis data, serta berorientasi pada keadilan iklim yang substansial bagi seluruh warga Kalimantan Timur.
3 Alasan Kenapa Cuaca Kaltim Panas
Dalam pemaparan berbasis data ilmiah, terungkap bahwa lonjakan suhu di Kaltim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan realitas yang sedang terjadi.
Berdasarkan catatan BMKG, selama 40 tahun terakhir Kaltim mengalami kenaikan suhu permukaan tertinggi di Indonesia, yaitu sebesar 0,105°C per dekade.
Setidaknya, ada tiga alasan utama mengapa cuaca di Kalimantan Timur kini terasa semakin panas:
- Kombinasi Pemanasan Global dan Deforestasi Masif
Fenomena pemanasan lokal yang ekstrem ini dipicu langsung oleh pemanasan global (global warming) yang diperparah oleh laju penggundulan hutan alam (deforestasi) yang sangat masif di tingkat lokal.
- Tren Peningkatan Suhu Minimum Malam Hari
Secara spesifik di Kota Balikpapan, data historis dari tahun 1990 hingga 2026 menunjukkan tren peningkatan suhu rata-rata tahunan yang signifikan, yakni berkisar antara 0,8°C hingga 1,2°C.
Lonjakan paling drastis justru terjadi pada komponen suhu minimum di malam hari, yang membuat atmosfer malam di Balikpapan terasa jauh lebih gerah dibanding dekade sebelumnya.
- Anomali Iklim Global (ENSO)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260521_Cuaca-Panas-Terik-di-Balikpapan-Kaltim.jpg)