Diskusi Ngobrol Pintar, Kukar Pintar Jadi Wadah Pembelajaran Jarak Jauh
Kukar Pintar diluncurkan dengan tujuan menjangkau pembelajaran aktif di 13 kecamatan di Kukar.
TRIBUNKALTIM.CO,TENGGARONG - Sejak diluncurkan saat unjuk praktik baik Tanoto Foundation Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur November 2019,
Kukar Pintar diluncurkan dengan tujuan menjangkau pembelajaran aktif di 18 kecamatan di Kukar.
Tidak hanya menjawab tantangan demografi Kukar, Kukar Pintar menjadi wadah pembelajaran jarak jauh selama covid-19.
Diskusi NgoPi (Ngobrol Pintar) diselenggarakan tanggal 18 Juni 2020 oleh Tanoto Foundation via zoom.
Acara ini dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Siak, H. Lukman, S.Sos, M.Pd beserta kabid SD dan SMP, guru dan pengawas, dan Kasi Pendidikan Madrasah, Kepala Dinas Pendidikan Dumai, Drs. H. Sya’ari, M.Pd beserta kabid SMP,
Kasi Kurikulum SD dan SMP, dan guru dan pengawas, dan Seketaris Dinas Pendidikan Bengkalis, Agusilfridimalis, SH. Kepala Dinas Pendidikan Kukar, Ikhsanuddin Noor beserta Kasi Pembelajaran SMP,
Emmy Rosana dan guru SDN 027 Tenggarong Seberang, Sasha Ariyanto turut hadir untuk berbagi cerita terkait pembelajaran Kukar Pintar dan Kukar Cerdas sebagai wadah pembelajaran jarak jauh.
Baca Juga
Guru Penggerak dan KIM Web Kukar Gelar Pembelajaran Daring Melalui Streaming Kota Raja Channel
Disdikbud Kukar Tidak Ingin Ambil Risiko Terapkan Pembelajaran Tatap Muka di Tengah Pandemi Covid-19
Tahun Ajaran Baru, Kepala Kemenag Kukar Sebut Pembelajaran di Ponpes dan Madrasah Tunggu Juknis
“Tujuan diskusi NgoPi adalah berbagi inspirasi dengan kabupaten lain terkait inovasi pembalajaran jarak jauh.
Diskusi ini dijadikan momentum untuk saling belajar bagaimana pengelolaan portal, langkah-langkah apa yang diambil, dan kebijakan di daerah seperti apa,” buka Koordinator Provinsi Tanoto Foundation Kalimantan Timur, Affan Surya.
Diskusi dimulai dengan Ikhsanuddin Noor berbagi cerita keberlangsungan Kukar Cerdas dan Kukar Pintar,
“Di kabupaten kami, ada dua yaitu Kukar Cerdas untuk tingkat sekolah dasar dan Kukar Pintar untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama.
Awalnya Kukar Pintar diluncurkan ketika unjuk praktik baik Kukar November tahun lalu, dan berkembang menjadi pembelajaran jarak jauh pada masa pandemik. Bupati kami sangat memprioritaskan sector pendidikan,” ujarnya.
Agusilfridimalis turut berbagi perencanaannya kedepan yaitu akan ada sosialisasi manajemen berbasis sekolah di 11 kecamatan dan merencanakan pembelajaran jarak jauh yang dapat di laksanakan di awal tahun.
Dalam diskusi, Emy Rosana, selaku Kasi Pembelajaran dan Kurikulum Dinas Pendidikan Kukar berbagi kisah tentang portal Kukar Pintar yang diinisiasinya.
Awalnya format Kukar Pintar hanya seperti google classroom, namun sekarang ada fitur belajar berupa seperangkat pembelajaran lengkap di dalam format Kukar Pintar mulai dari RPP, LKPD, Video.
Di dalam pelaksanaannya, Kukar Pintar merekrut fasda layer dua sebanyak 50 fasilitator daerah.
Sekarang tim Kukar Pintar berjumlah 60 fasilitator daerah. Selain fitur belajar, Kukar Pintar mempunyai kanal YouTube tersendiri dan tes online untuk siswa-siswinya.
Dalam kesempatan ini, Sasha Ariyanto berbagi empat dukungan lancarnya Kukar Cerdas tidak terlepas dari:
1. Fasilitator-fasilitator rumah belajar yang turut meramaikan Kukar Cerdas dalam membantu untuk mengajar di saluran YouTube Kukar Cerdas.
2. Akun streamyard yang difasilitasi oleh Dinas Komunikasi dan Informasi Kukar yang turut membantu berlangsungnya Kukar Cerdas.
3. Penerbit nasional, Erlangga yang menstimulasi semangat siswa-siswi yang mengikuti pembelajaran jarak jauh di Kukar Cerdas dengan hadiah pulsa
4. Tanoto Foundation dengan unsur pembelajaran aktif MIKiR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi, Refleksi) agar para siswa ikut terlibat penuh dalam proses pembelajaran walaupun jarak jauh.
Setelah pemaparan Kukar Pintar dan Kukar Cerdas, Sandra Lakembe, selaku Government and Liaison Officer membuka sesi tanya jawab.
Dalam sesi tanya jawab, Ikhsanuddin Noor memaparkan bahwa kunci sukses dari pembelajaran jarak jauh yang dilakukan Kukar Pintar dan Kukar Cerdas tidak terlepas dari dukungan penuh Bupati Kutai Kertanegara.
Bahkan, Bupati mengalokasikan 30% anggaran untuk pendidikan. Di dalam penganggaran portal Kukar Pintar, Emy berpesan untuk memperhatikan anggaran untuk beban biaya per bulan akun Stremyard Premium, peralatan seperti kamera, mic, dan pembayaran pembuatan website beserta hostingnya.
Baca Juga
Pembelajaran Online Terkendala Blank Spot, Kadis Pendidikan Berau Minta Guru Aktif ke Rumah Murid
Pembelajaran Online Terkendala Blank Spot, Kadis Pendidikan Berau Minta Guru Aktif ke Rumah Murid
Sebut Masih Zona Kuning, Kadis Pendidikan Berau: Pembelajaran Masih Sistem Online
Setelah acara tanya jawab, Koordinator Provinsi Tanoto Foundation Riau menutup dengan berpesan bahwa untuk kunci dapat beradaptasi dengan perubahan adalah bertransformasi.
Di bidang pendidikan salah satu bertransformasi adalah meningkatnya kapasitas teknologi guru. Teknologi memang tidak akan menggantikan peran guru, tetapi guru yang tidak dapat menguasai teknologi akan terganti. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ngobrol-pintar-empat-kabupaten-kota-lintas-provinsi-melalui-aplikasi-zoom.jpg)