Blak-blakan Juragan Tanah Beber Jual 6 Hektare Tanah Pulau Malamber ke Bupati Penajam, Sisa Rp 1,8 M
Blak-blakan juragan tanah beber jual 6 hektare tanah Pulau Malamber ke Bupati Penajam, sisa Rp 1,8 miliar
TRIBUNKALTIM.CO - Blak-blakan juragan tanah beber jual 6 hektare tanah Pulau Malamber ke Bupati Penajam, sisa Rp 1,8 miliar.
Raja, juragan tanah di Pulau Malamber angkat bicara soal isu penjualan pulau ke Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Masud atau AGM.
Raja bahkan menuturkan luas tanah yang dijual ke adik Wawali Balikpapan Rahmad Masud itu seluas 6 hektare.
Meski demikian, Raja mengungkap dirinya masih menunggu sisa pembayaran tanah di Pulau Malamber sebesar Rp 1,8 miliar.
Isu penjualan Pulau Malamber di Kecamatan Batarbalakang, Mamuju, Sulawesi Barat menjadi pembicaraan sejak sepekan terakhir.
Disebutkan, pulau tersebut dijual ke Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Masúd seharga Rp 2 miliar.
• Tak Main-Main, Idham Azis Angkat Bicara Penangkapan John Kei, Negara Tak Boleh Kalah dengan Preman
• Andai Bertemu John Kei, Nus Kei akan Ambil Posisi Ini, Beber Filsafat Suku Kei Maluku Satu Kesatuan
• Jajaran Idham Azis Beber John Kei Terancam Hukuman Mati, Godfather Jakarta Kena Pasal Berlapis Ini
• Polisi Bongkar Peran John Kei di Rencana Pembunuhan Nus Kei, Hukuman Mati Jerat Godfather Jakarta
Abdul Gafur Masúd sempat membantah tudingan tersebut dan mengatakan hanya berkunjung ke pulau tersebut karena banyak kerabat yang tinggal di di Pulau Malamber.
Ternyata Abdul Gafur Masúd bukan membeli pulau tersebut.
Namun ia membeli tanah seluas 6 hektar pada Raja seorang pria pemilik tanah di pulau kecil itu.
Kepada Kompas.com, Raja menunjukkan dokumen surat kepemilikan dan bukti pembayaran pajak atas nama leluhurnya.
Setiap tahun, Raja mengaku membayar pajak sebesar Rp 300.000 untuk tanah yang ia miliki di Pulau Malamber.
Menurut Raja, ia telah menjual tanahnya seluas 6 hektar kepada Gafur pada Februari 2020 lalu.
Saat itu, AGM menyerahkan yang Rp 200 juta untuk uang muka. Rencananya, sisa uang sebesar Rp 1,8 miliar akan dilunasi oleh Abdul Gafur Masúd pada April 2020.
Namun hingga akhir Juni 2020, pembayaran tanah seluas 6 hektar di pulau tersebut belum lunas.
Saat jual beli, menurut Raja, ada perjanjian jika sampai Apri 2020, pembayaran tanah belum lunas maka ia tidak perlu mengembalikan uang muka sebesar Rp 200 juta.
Raja mengatakan proses jual beli tersebut diketahui oleh Camat Balakabang, Juara.
Namun, Camat Balakabang sempat mengeluarkan pernyataan jika ia tidak mengetahui proses jual beli tanah di Pulau Malamber.
“Sebelum transaksi berlangsung dokumen-dokumen surat kepemilikan lokasi tersebut sudah diperiksa pihak kecamatan.
Ini saya sangat sayangkan kalau disebut pihak camat tidak mengetahuinya,” jelas Raja di rumahnya, Dusun Batu Lapa Selatan, Desa Sumare, Kelurahan Simboro, Kecamatan Mamuju, Senin (22/6/2020).
• Anies Baswedan Sebut Angka Reproduksi Covid-19 Menurun di Jakarta, PSBB Transisi Bakal Diperpanjang?
Ada dua pulau kecil di Kepulauan Malambe
Sementara itu peneliti maritim dari Universitas Hasanuddin Ridwan Alimudin mengatakan, di Kepulauan Malamaber, ada dua pulau yakni Pulau Malamber Kayang seluas delapan hektar dan Pulau Malamber Kecil yang luasnya lima hektare jika air sedang surut.
Ridwan yang pernah melakukan penelitian di pulau tersebut mengatakan jika pulau tersebut mengalami abrasi yang cukup parah.
Selain itu kondisi terumbu karang di sekitarnya jga mengalami kerusakan.
Ia menilai, Pulau Lamaber memiliki potensi wisata jika dirawat dengan baik.
Namun dengan kondisi saat ini, menurut Ridwan, dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memperbaiki kondisi yang rusak.
“Kondisinya Pulau Malamber saat ini mengalami abrasi yang cukup parah.
Terumbu karang rusak akibat destructive fishing yang membutuhkan perhatian serius semua pihak untuk memperbaikinya, dan itu butuh waktu bertahun-tahun untuk mengembalikan kondisinya,” jelas Ridwan Alimuddin.
Ridwan juga mengatakan secara geografis, Pulau Malamber lebih dekat dengan Pulau Kalimantan.
Sehingga jika ibu kota pindah ke Kalimantan Timuur, maka pulau cantik tersebut bisa menjadi ladang investasi yang menjanjikan.
Pulau tersebut sempat menjadi lokasi penuli,an 12 kepala keluarga.
Namun karena abrasi, banyak warga yang keluar dari pulau sehingga menyisakan empat kepala keluarga.
Menurut Ridwan, Pulau Lamber adalah satu dari 41 pulau kecil yang ada di Sulawesi Barat.
Pulau tersebut juga telah ditetapkan sebagai pusat konservasi penyu oleh Gubernur Sulawesi Barat.
• KPK Bekuk Nurhadi, Bambang Widjijanto Puji Novel Baswedan, BW: Matanya Dirampok Penjahat Dilindungi
Respon AGM Sebelumnya
Melalui Kuasa Hukum Agus Amri, Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gofur Masud (AGM) menyanggah telah melakukan transaksi uang DP Rp 200 juta dalam pembelian Pulau Malamber, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat yang diisukan selama ini.
Seperti yang viral di media beberapa hari ini, Bupati AGM diisukan membeli Pulau Malamber dengan harga Rp 2 miliar, dan telah melakukan transaksi DP Rp 200 juta.
“Infrormasi itu tidak benar, Pak Abdul Gofur Masud, Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tidak pernah melakukan transaksi jual beli atas pulau tersebut. Yang kami sayangkan secara gamblang, mengatasnamakan nama beliau AGM maupun sebagai Bupati PPU, itu semua tidak benar,” kata Agus Amri.
Menurutnya, nilai transaksi Rp 200 juta yang disebut-sebut sebagai DP untuk pembelian pulau Malamber itu tidak ada.
“Tidak pernah ada transaksi itu, kami tidak bisa berkomentar, karena bukan pihak kami yang melakukan transaksi itu, jadi kita tidak bisa menjelaskan terkait transaksi DP untuk penjualan pulau tersebut,” katanya.
Disebutkan Agus Amri, bahwa kasus ini waktu dua hari ini begitu cepat menguak dan menyebar dengan pemberitaan mengatasnamakan AGM.
“Dan kapasitas beliau baik secara nama pribadi dan sebagai Bupati PPU disebutkan dengan terang-terangan, tentunya ini sangat menggangu sehingga beliau harus mengklarifikasi secara resmi melalui kami sebagai kuasa hukumnya,” ungkap Agus Amri.
Baca juga: Penelitian Dokter Italia Temukan Virus Corona Sudah Sangat Melemah Bisa Hilang Sendiri Tanpa Vaksin
Baca juga: Kehamilan di Balikpapan Meningkat Kala Pandemi Corona, DP3AKB Berencana Bagi-bagi Alat Kontrasepsi
Agus Amri pun akan mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak dan orang-orang tertentu seperti semua tahu salah satu narasumber dalam pemberitaan ini dari Pihak Camat Bala-balakang, Juara yang menyebutkan kapasitas beliau sebagai Bupati Kabupaten PPU.
“Ada upaya hukum yang ditempuh, sehingga agar tidak menimbulkan opini di kalangan masyarakat, kita akan melakukan upaya hukum terhadap pihak-pihak dalam pemberitaan tersebut.
Kami baca beberapa pemberitaan status dan identias beliau secara gamblang menyebutkan nama Abdul Gofur Masud (AGM) baik secara pribadi dan secara keluarga, maupun secara kapasitas beliau sebagai Kepala Daerah, Bupati Kabupaten PPU,” ucapnya.
“Sehingga semua ini harus kita klarifikasikan, sebelum semakin besar digiring ke arah yang salah, menjadi opini yang liar, sehingga mau tidak mau kita harus merespons ini dengan cepat, karena diungkapnya identitas beliau.
Jadi kami sampaikan sebenarnya poinnya sangat sederhana, yang diungkapkan oleh Pak Bupati bahwa sebenarnya informasi itu tidak benar,” ucapnya.
Agus Amri mengatakan, kliennya tidak sama sekali membeli pulau itu, bahwa ada informasi pernah ke sana itu benar.
Namun, pada saat itu kapasitasnya sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (APEKSINDO).
“Terhadap orang-orang atau pihak-pihak tertentu yang menyatakan itu, saya tegas kita anggap sebagai kebohongan. Sehingga beliau (AGM) perlu mengklarifikasi ini secara resmi melalui kami kuasa hukum,” ujarnya.
Diisukan Beli Pulau
Diberitakan sebelumnya, Bupati Penajam Paser Utara ( PPU) Abdul Gafur Masud atau akrab disapa AGM tengah digoyang isu tak sedap.
Tidak hanya di kalangan lokal, AGM ramai diberitakan media nasional terkait dugaan pembelian sebuah pulau di Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar) yang berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Timur.
Sosok pembeli pulau itu ditujukan ke dirinya. Bupati berusia 32 tahun ini diisukan membeli Pulau Malamber, Desa Balabalakang Timur, Kecamatan Balabalakang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat senilai Rp 2 miliar.
Terkait kabar tersebut, TribunKaltim.co mencoba mengonfirmasi Bupati PPU Abdul Gafur Masud
Saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, AGM menepis isu kontroversial yang menjurus ke dirinya tersebut. Bahkan ia menjelaskan jika memang pulau tersebut hendak dijual, dirinya akan membelinya.
Namun sebelum itu, ia menegaskan bahwa pulau tersebut punya keluarganya yang sudah lama di sana sebelum Indonesia merdeka, dari kakek dan neneknya dahulu.
Kebetulan dia memiliki orangtua dari Mandar, Sulawesi Barat.
Bahkan ia menyebutkan bahwa dirinya merupakan cucu dari KH Muhammad Husain atau yang digelari Puang Kali Malunda.
"Hanya saya bingung diisukan demikian," ujarnya saat dihubungi TribunKaltim.co pada Jumat (19/6/2020).
Diakui AGM, dia memang sempat mengunjungi beberapa pulau di Sulawesi Barat yang berbatasan langsung dengan Kalimantan Timur.
Namun kunjungannya tersebut sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo).
Saat itu ia berkunjung ke 12 pulau di sana untuk melihat kondisi pulau tersebut. Alhasil, AGM banyak melihat kekurangan di 12 pulau, di antaranya ada Pulau Balabalakang, Malamber, Sabakatang, Popo’ongan dan lainnya.
"Mungkin para pejabat di Sulawesi Barat itu khawatir, karena saya menjadi bupati di Kalimantan Timur yang mana memang dari dulu menjadi perebutan sebenarnya. Perebutan wilayah," kata AGM.
Tapi AGM mengaku tak ingin masuk ke ranah tersebut. Ia hanya ingin mengecek kondisi sosial dan potensi di 12 pulau tersebut, yang menurut dia masih banyak memiliki kekurangan.
"Bahkan sebenarnya saya sudah bertemu dengan Gubernur Sulawesi Barat dan Bupati Mamuju juga, sebenarnya sudah tahu. Tapi saya nggak ngerti kenapa isunya jadi aneh-aneh," tutur AGM.
Malah ia mengungkapkan isu yang ditujukan ke dirinya tersebut masih bagus saja. Sembari bercanda, AGM juga mengeluarkan celetukan dengan menyebutkan mengapa tidak pulau Sulawesi saja yang ia beli.
"Isu yang ditujukan ke saya menurutku bagus saja, atau kenapa tidak diisukan saja pulau Sulawesi, saya sudah beli Sulawesi," ucapnya diakhiri suara tawa. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Isu Penjualan Pulau Malamber, Pemilik Lahan Hanya Jual 6 Hektar Seharga Rp 2 Miliar ke Bupati PPU", https://regional.kompas.com/read/2020/06/23/06500051/isu-penjualan-pulau-malamber-pemilik-lahan-hanya-jual-6-hektar-seharga-rp-2?page=all#page2.