Breaking News:

Bukan Sri Mulyani dan Mahfud MD, 5 Menteri Ini Paling Aman dari Reshuffle Jokowi, Tak Ada Nama Luhut

Bukan Sri Mulyani dan Mahfud MD, 5 Menteri ini paling aman dari reshuffle Jokowi, tak ada nama Luhut Binsar Pandjaitan

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Ma'ruf Amin berfoto bersama usai mengenalkan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju di tangga beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden Joko Widodo resmi melantik 34 Menteri, 3 Kepala Lembaga Setingkat Menteri, dan Jaksa Agung untuk Kabinet Indonesia Maju. 

TRIBUNKALTIM.CO - Bukan Sri Mulyani dan Mahfud MD, 5 Menteri ini paling aman dari reshuffle Jokowi, tak ada nama Luhut Binsar Pandjaitan.

Isu reshuffel Kabinet Indonesia Maju berembus kencang sejak pidato kemarahan Presiden Jokowi beredar luas.

Para pengamat menilai ada 5 Menteri yang dipastikan aman dari reshuffle, satu diantaranya adalah Prabowo Subianto.

Pengamat juga memerkirakan, nama tenar macam Sri Mulyani, Mahfud MD, hingga Luhut Binsar Pandjaitan justru tak aman dari reshuffle.

Beberapa hari terakhir isu reshuffle alias perombakan kabinet pemerintahan Joko Widodo dan Maruf Amin merebak di publik.

Isu reshuffle itu muncul dilatarbelakangi oleh teguran Presiden Jokowi kepada para pembantunya itu dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, 18 Juni silam.

Eks Provinsi ke 27 Indonesia Ini Masuk Jajaran Negara Termiskin Berdasarkan Laporan Bank Dunia

 Kalung Anticorona Kementan Bikin Heboh, Dokter Beber Khasiat Eucalyptus untuk Gangguan Pernapasan

 Bukan Saingan, Anies Baswedan Beber Dirinya Bawahan Jokowi, Bantah Media Asing Gantikan Prabowo

 Anies Baswedan Perpanjang PSBB Transisi Jakarta, 2 Sumber Penularan covid-19 Disorot Media Asing

Dalam video yang diunggah di akun YouTube Sekretariat Presiden pada Minggu (28/6) itu, terlihat bagaimana jengkelnya Presiden Jokowi kepada para pembantunya di Kabinet Indonesia Maju.

Para Menteri dinilai masih bekerja secara biasa dalam masa krisis seperti ini.

Padahal, Jokowi sudah meminta para menterinya itu untuk membuat kebijakan luar biasa untuk menangani krisis, baik itu pandemi covid-19 maupun dampaknya terhadap perokonomian.

”Langkah extraordinary ini betul-betul harus kita lakukan, dan saya membuka yang namanya entah langkah politik, entah langkah pemerintahan," kata Jokowi di hadapan para anggota kabinet.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved