Breaking News:

Fakta dan Sejarah Kawasan Citra Niaga, Sempat Tenar Sampai ke Asia, Kini Kondisinya Meredup

Kawasan Citra Niaga Samarinda pernah menjadi pusat perdagangan, bahkan jadi ajang nostalgia bagi para orang tua yang tinggal di kota tepian ini

Editor: Rahmad Taufiq
DOK/TRIBUN KALTIM
Kawasan Pasar Citra Niaga pernah jadi pusat perdagangan di Samarinda, Kalimantan Timur, namun beberapa tahun terakhir kawasan tersebut telah meredup. Tempat ini juga jadi ajang nostalgia para orang tua yang tinggal di kota tepian. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kawasan Citra Niaga Samarinda pernah menjadi pusat perdagangan, bahkan jadi ajang nostalgia bagi para orang tua yang tinggal di kota tepian ini.

Namun beberapa tahun terakhir pusat bisnis di Samarinda itu telah meredup.

Hal ini menjadi sorotan, salah satunya Bakal Calon Wakil Walikota Samarinda, Rusmadi Wongso.

Pasangan Andi Harun dalam Pilwali Samarinda 2020 ini mengajak dialog para pemuda untuk membangkitkan kembali ketenaran Citra Niaga sebagai pusat suvenir atau oleh-oleh dari Samarinda. 

Bacalon Wakil Walikota Samarinda Rusmadi memberikan perhatian bagi anak muda khususnya industri kuliner. Bahkan ia menyempatkan melihat kawasan Citra Niaga beberapa waktu lalu.

Menurutnya, peran pemuda Kota Samarinda membuat kawasan tersebut kembali hidup. Memang selama beberapa tahun terakhir kawasan Citra Niaga sempat mati suri.

Hal ini diakibatkan menurunnya jumlah pengunjung maupun pembeli diakibatkan kalah bersaing dengan pasar modern atau mall yang ada.

Rusmadi Wongso dan para narasumber membahas pariwisata dan ekonomi kreatif di Komplek Citra Niaga beberapa waktu lalu.
Rusmadi Wongso dan para narasumber membahas pariwisata dan ekonomi kreatif di Komplek Citra Niaga beberapa waktu lalu. (HO/TRIBUNKALTIM.CO)

Namun ada sedikit permasalahan yang terjadi di kawasan tersebut. Ia melihat beberapa kasus tumpang tindih kepemilikan bangunan.

Selain itu, faktor keamanan menjadi hal prioritas di kawasan ini. Sebab pada malam hari tidak ada penjagaan dari sekuriti atau petugas keamanan di kawasan tersebut.

"Jangan sampai niat baik anak muda yang ingin berwirausaha di Citra Niaga terkendala masalah-masalah seperti itu," ucap Rusmadi ketika dikonfirmasi kembali, Minggu (5/7/2020).

Ia berharap kawasan tersebut kembali ramai dan menjadi denyut nadi perekonomian di Kota Samarinda.

Sehingga tidak hanya orang tua saja yang bernostalgia di kawasan tersebut. Namun anak muda pun bisa tahu sejarah dan nilai penting Citra Niaga bagi pembangunan Kota Samarinda.

"Kita semua berharap Citra Niaga dapat kembali ramai seperti pada zamannya, dan kami yang para orang tua dapat juga bernostagia di tempat ini," ucap pria yang berpasangan dengan Andi Harun di Pilkada 2020 ini. 

Baca juga: 18 Tahun Lepas dari Indonesia, Timor Leste Kini Diterpa Kabar Buruk, 2020 Ada Andil Virus Corona

Baca juga: Sempat Terhenti karena Pandemik, Pemerintah akan Lanjutkan Rehab Rumah 190 KK Lewat BSPS

Fakta dan Sejarah Kawasan Citra Niaga Samarinda 

Pasar Citra Niaga Samarinda, Kalimantan Timur.
Pasar Citra Niaga Samarinda, Kalimantan Timur. (DOK/TRIBUN KALTIM)

Citra Niaga merupakan kawasan pusat perdagangan di kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Citra Niaga dibangun pada tanggal 27 Agustus 1987.

Dulunya lokasi ini adalah taman hiburan yang bernama Taman Hiburan Gelora, namun tempat tersebut terbakar.

Tahun 1980an Samarinda masih tergolong sepi, sebagai sebuah Ibukota Provinsi jumlah penduduk yang hanya kurang lebih 300.000 jiwa menyisakan ruang yang cukup luas bagi masyarakat menikmati keadaan Samarinda kala itu.

Mengingat potensi tambang dan hasil alam yang dimiliki Kalimantan Timur, Kota Samarinda perlahan menjadi ramai dan penuh dengan orang-orang yang mengadu nasib.

Dari situ, tercetus lah ide untuk membangun komplek hiburan dan perbelanjaan terlengkap bagi masyarakat, sebuah tempat yang akan menjadi pusat tujuan untuk memenuhi segala jenis kebutuhan masyarakat Kota Samarinda.

Pada tahun 1987, tepatnya pada tanggal 27 Agustus 1987, dibangunlah sebuah komplek perbelanjaan dengan luas mencapai 2,7 Hektar yang diberi nama “Citra Niaga”.

Bangunan-bangunan di Komplek Citra Niaga didominasi oleh bahan kayu termasuk atapnya menggunakan sirap, bahan atap yang terbuat dari kayu.

Pernah Menyabet Penghargaan Internasional

Ir Antonio Ismael adalah arsitek yang merancang pusat perbelanjaan Citra Niaga.

Berkat tangan dinginnya, penataan dan juga arsitektur bangunan mampu menarik hati masyarakat untuk berkunjung ke wilayah ini.

Tidak berhenti di situ, pada tahun 1989, Citra Niaga menyabet penghargaan internasional  Aga Khan Award for Architecture (AKAA).

Saat itu Citra Niaga bersaing dengan kandidat Bandara Soekarno-Hatta dan akhirnya Citra Niaga-lah yang terpilih menerima penghargaan tersebut.

Untuk diketahui, Aga Khan Award diberikan kepada karya-karya profesional di bidang arsitektur yang bernafaskan budaya Islam dan konsepsi bangunan yang identik kebutuhan penduduk muslim, melalui penyajian arsitektur yang menarik.

Terbakar dan Dibangun Kembali

Pada tanggal 31 Oktober 2006 musibah kebakaran menimpa komplek perbelanjaan Citra Niaga.

Api dengan cepat melalap bangunan pertokoan yang sebagian besar terbuat dari kayu. Kejadian ini membuat area Citra Niaga harus dibangun kembali

Beberapa perubahan terjadi dalam pembangunan, di mana bangunan kayu digantikan dengan bangunan permanen.

Bangunan-bangunan pertokoan di Citra Niaga yang sebagian berbahan dasar kayu menyebabkan api dengan ganas melahap banyak area pertokoan dan mengharuskan Citra Niaga dibangun kembali dengan arstitektur baru dan bahan-bahan permanen.

Seperti yang terjadi pada bahan bangunan dimana sebelumnya seluruh bahan dinding dan atap dari sirap kayu ulin, diganti dengan bahan-bahan non kayu dan non kayu ulin.

Sebagian bangunan Citra Niaga di sisi timur telah mengalami perubahan fungsi.

Bangunan berlantai dua dengan struktur permanen tersebut awalnya memiliki gang (alley) di bagian dalam yang bisa dilalui pengunjung dengan penghawaan alami.

Selanjutnya seluruh bagian tersebut ditutup dan berubah menjadi sebuah department store yang tertutup.

Menyisakan bagian barat untuk pedagang kecil dan plaza di tengah.

Dari Makanan Hingga Pernak-pernik Khas Kalimantan

Berbagai macam oleh-oleh dan makanan khas Kalimantan seperti Amplang Kuku Macan, berbagai jenis dodol khas Samarinda seperti dodol cempedak, nangka dan-lain-lain dapat Tribunners temukan di sini.

Tidak hanya itu, jika Tribunners ingin makan makanan berat setelah berkeliling, tersedia banyak warung yang menyajikan masakan dan minuman khas kalimantan.

Selain makanan, segala macam aksesori yang berbahan dasar manik-manik atau batu-batuan khas masyarakat Dayak seperti ikat kepala, tas, berbagai aksesori, kalung dan gelang hingga kain dan pakaian dengan ciri khas Kalimantan juga tersedia di tempat ini.

Kompleks perbelanjaan Citra Niaga buka hingga malam hari jadi Tribunners tidak perlu khawatir dengan waktu.

Jika Tribunners sibuk pada waktu siang hari, maka berbelanja pada malam hari adalah pilihan yang tepat.

Tips Berbelanja di Citra Niaga

1. Jika berbelanja di Citra Niaga, barang yang akan dibeli boleh ditawar terlebih dahulu. Temukan kesepakatan harga terbaik Tribunners.

2.Teliti barang terlebih dahulu sebelum bertransaksi. Seperti batu-batuan misalnya, Tribunners harus bisa membedakan yang asli dengan yang imitasi. Yang asli biasanya sedikit berat dan tidak terlalu bening dengan sedikit serat, bentuknya biasanya tidak rapi.

3. Bagi pengunjung wanita hindari menggunakan sepatu hak tinggi karena Anda akan berjalan keliling Citra Niaga.

4. Jagalah kebersihan objek wisata dengan membuang sampah pada tempatnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved