Breaking News:

Berita Pemkot Tarakan

Harga Ayam Naik Tinggi, Pemkot akan Datangkan Pasokan dari Luar Tarakan

Tak hanya transportasi saja penyumbang inflasi di Kota Tarakan, namun ada bahan komiditi lainya. Seperti, harga bawang, lombok dan ayam potong.

HUMAS DAN PROTOKOL PEMKOT TARAKAN
KENDALIKAN INFLASI - Walikota Tarakan dr H Khairul M Kes melakukan pertemuan dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tarakan dan Bank Indonesia Perwakilan Kaltara, Senin (6/7/2020) di Ruang Kerja Walikota Tarakan. 

TRIBUNKALTIM.CO-TARAKAN- Dalam mengendalikan inflasi selama enam bulan kedepan di Kota Tarakan, Walikota Tarakan dr H Khairul M Kes melakukan pertemuan dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tarakan dan Bank Indonesia Republik Indonesia Perwakilan Kaltara, Senin (6/7/2020) di Ruang Kerja Walikota Tarakan.

Orang nomor satu di Tarakan ini memimpin langsung High Level Meeting (HLM) bersama TPID Kota Tarakan dan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kaltara, Yufrizal.

Menurut Walikota Tarakan, inflasi di Kota Tarakan enam bulan kedepan ini harus diwaspadai jangan sampai ada peningkatan. Pasalnya penyumbang inflasi terbesar dari transportasi.

"Kenapa transportasi, karena saat ini transportasi udara sudah berjalan. Apalagi harga tiket pesawat mengambil harga rate ato harga maksimal," ujarnya.

Tak hanya transportasi saja penyumbang inflasi di Kota Tarakan, namun ada bahan komiditi lainya. Seperti, harga bawang, lombok dan ayam potong.

"Ayam potong misalnya saat ini harganya cukup tinggi. Hal ini dikarenkan stok ayam berkurang. Padahal beberapa waktu lalu harga ayam turun, karena stoknya masih banyak. Tapi begitulah hukum pasar apabila supply sedikit tentu demand meningkat, begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu antara suppay dan demand harus seimbang, agar harga tetap stabil," ujarnya.

Khairul mengungkapkan, Juni ini inflasi di Kota Tarakan telah mencapai sekitar 0,9 persen. Tentunya ini harus diwaspadai. Oleh karena itu ia telah menginstruksikan dinas terkait untuk mengintervensi secara riil agar stok dapat tercukupi sehingga harga tidak naik.

"Misalnya harga ayam, kemarin- kemarin kita stok ayam di Tarakan sampai berlebih harganya turun. Bahkan karena berlebih hingga dikirim ke luar Tarakan. Tapi kalau stok ayam kita berkurang bisa jadi kita datangkan ayam dari luar agar harga ayam di Tarakan tidak terlalu tinggi," ungkapnya.

Khairul berharap dengan apa yang pihaknya lakukan dapat mempertahankan inflasi Tarakan seperti tahun 2019 lalu. Apalagi selama Januari hingga Mei, Tarakan berada diposisi deflasi. Hal ini dikarenakan adanya pandemi Covid 19 sehingga daya beli masyarakat menurun.(adv/jnh)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved