Selasa, 5 Mei 2026

Virus Corona

PHK Massal di Banten, 25.000 Karyawan dari 800 Perusahaan Kini Jadi Pengangguran

Gelombang PHK masih menghantui di Provinsi Banten saat pandemi covid-19 ini, sekitar 25.000 karyawan kini jadi pengangguran.

Tayang:
Wartakotalive.com/Andika Panduwinata
ILUSTRASI - Massa buruh saat menggelar aksi demo di depan pintu gerbang perusahaan di Jalan Industri 3 Blok F No.11, Kawasan Industri Jatake, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang. 

"Upaya kami tetap menjaga iklim investasi berjalan baik di Banten ini. Banyak juga pabrik - pabrik besar yang datang ke sini.

Tapi masalahnya masih banyak warga yang belum punya keterampilan. Oleh karena itu kami sedang membangun Balai Latihan Kerja (BLK) agar masyarakat asal Banten bisa terserap bekerja di perusahaan - perusahaan besar itu," tutur Gubernur.

Kini Kesulitan Makan

Sebelumnya diberitakan, gelombang Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK) di Kota Tangerang semakin tak terbendung.

Masyarakat yang terdampak pun berkeluh kesah kesulitan mencari makan akibat PHK massal ini.

Hal itu dialami oleh Rifki (24) warga yang mengontrak di Sukamandi, Neglasari, Kota Tangerang.

Dirinya pun kelimpungan untuk menutupi kehidupannya sehari-hari.

"Saya kalau makan ya ikut di rumah saudara," ujar Rifki saat dijumpai Warta Kota di kontrakannya, Neglasari, Kota Tangerang, Jumat (1/5/2020).

Dirinya setiap harinya bekerja di kawasan Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang.

Namun terpaksa diberhentikan dikarenakan perusahaan tengah kesulitan di tengah pandemi Virus Corona atau covid-19 ini.

"Ngontrak rumah bayar Rp. 800 ribu. Saya berdua sama teman. Teman kena PHK juga, dia sudah pulang kampung. Jadi saya tinggal sendiri di sini," ucapnya.

Rifki pun kini bingung untuk membayar biaya kontrakan. Sedangkan mau pulang kampung mengalami kesulitan.

"Kampung saya di Jogja, mau pulang kampung tapi susah. Di daerah saya lockdown parsial tiap Kecamatan. Jadi kalau orang yang datang masuk daftar ODP. Harus dimasukin Puskesmas dulu selama 14 hari, ribet lah harus diisolasi," kata Rifki.

 PDIP Beber PKS Setuju, Mardani Ali Sera Akui Partainya Dukung RUU HIP dengan 2 Syarat, Tapi Ditolak

 Lengkap Ramalan Zodiak Jumat 10 Juli 2020, Gemini Hari Ini Harus Tegas, Libra Ada Kabar Sangat Baik

 BREAKING NEWS Ratusan Anggota Ormas Islam di Balikpapan Apel Siaga, Kawal Penolakan RUU HIP

 Mengejutkan! 2.657 Kasus Baru Corona Indonesia, Terbanyak Bukan Jakarta atau Jatim, 4 Provinsi Aman

Untuk makan, Rifki pun jauh - jauh mendatangi rumah sepupunya di Tanah Tinggi, Kota Tangerang. Sebab bantuan Pemerintah belum didapatkannya.

"Uang dari mana, kerja saja sudah enggak. Saya makan ke Tanah Tinggi ke rumah saudara, enggak punya uang lagi," ungkapnya tampak sedih.

Sumber: Warta Kota
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved