Jumat, 24 April 2026

Virus Corona

PHK Massal di Banten, 25.000 Karyawan dari 800 Perusahaan Kini Jadi Pengangguran

Gelombang PHK masih menghantui di Provinsi Banten saat pandemi covid-19 ini, sekitar 25.000 karyawan kini jadi pengangguran.

Wartakotalive.com/Andika Panduwinata
ILUSTRASI - Massa buruh saat menggelar aksi demo di depan pintu gerbang perusahaan di Jalan Industri 3 Blok F No.11, Kawasan Industri Jatake, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang. 

TRIBUNKALTIM.CO - Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK) massal terjadi di sejumlah kabupaten/ kota di Banten.

Sekitar 25.000 karyawan dari 800 perusahaan kini jadi pengangguran.

Gelombang PHK masih menghantui di Provinsi Banten saat pandemi covid-19 ini.

 Fakta Sebenarnya Gaji 13 PNS, Benarkah Segera Cair & Uang Pensiun Naik Drastis? Ini Kata Sri Mulyani

 Peserta SKB CPNS Jangan Sampai Salah Persiapan! Instansi Ini Ubah Satu Tes, Kesamaptaan Dibatalkan

 Berita Terbaru Gaji 13 PNS Pensiunan TNI Polri, Sri Mulyani Akhirnya Beri Kepastian, Cek Besarannya

 Sri Mulyani Umumkan Negara Defisit Rp 257,8 Triliun, Bagaimana Nasib Gaji ke-13 PNS, TNI dan Polri?

Bahkan sampai saat ini sudah ada 25.000 pegawai yang menjadi korban akibat terjangan badai tsunami PHK massal tersebut.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Gubernur Banten, Wahidin Halim.

Ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendataan dari kasus tersebut.

"Laporan PHK sampai saat ini sudah ada lebih 25.000 yang tercatat," ujar pria yang akrab disapa WH itu saat dijumpai Warta Kota di Hotel Istana Nelayan, Kota Tangerang, Kamis (9/7/2020).

Wahidin menyebut dari angka tersebut 60 persen dari warga pendatang. Sedangkan sisanya merupakan warga asal Banten.

"Mereka yang terkena PHK diminta membuat Kartu Prakerja. Tapi kan Kartu Prakerja ini langsung kewenangan Pemerintahan pusat," ucapnya.

Pemprov Banten juga terus melakukan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan.

Ada laporan bahwa mereka yang terkena PHK upahnya tak dibayarkan oleh perusahaan.

"Sudah ada 800 perusahaan yang memberhentikan karyawannya. Selain alasan pandemi, perusahaan - perusahaan ini juga ada yang pindah ke daerah lain," kata Wahidin.

Gubernur mengklaim meski banyak perusahaan yang tutup, tapi masih ada 15.000 perusahaan lainnya yang tetap beroperasi.

Dan tentunya ada sebagian perusahaan itu yang masih membuka lowongan pekerjaan.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved