Puluhan Juta Rupiah dari Bontang untuk Masamba Luwu Utara, Donasi Diantar Langsung Tanpa Perantara
Toleransi tak pernah bisa diukur dengan materi. Apalagi cinta dan kasih. Mereka hanya secuil tanda bahwa manusia masih memiliki rasa antar sesama.
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Toleransi tak pernah bisa diukur dengan materi. Apalagi cinta dan kasih. Mereka hanya secuil tanda bahwa manusia masih memiliki rasa antar sesama.
Sama halnya dengan uang puluhan juta yang berhasil dikumpulkan oleh gerakan warga Bontang, yang sejak 3 hari lalu turun ke jalan. Kamis (16/7/2020) total donasi yang terkumpul mencapai Rp 27,914, 900.
Mereka menggalang donasi. Sekaligus mengetuk pintu hati para pengendara yang stop di simpang 4 Jalan Letjen Suprapto, Bontang Baru.
Hari pertama Rp 8,250,100,
hari kedua Rp 6,140,400,
hari ketiga Rp 8,524,400.
Tak ada yang peduli seberapa banyak uang yang masuk ke dalam kotak kardus coklat bertuliskan Pray for Masamba. Ada yang menitipkan uang koin, bahkan sampai jutaan rupiah. Nilainya sama. Namanya gotong royong.
Bahkan dari tangan siapa rupiah itu tiba. Mau dari pedagang kaki lima, mahasiswa hingga walikota. Semua terhimpun. Terkumpul tanpa embel-embel.
"Semoga bermanfaat," kata salah satu mahasiswa yang enggan menyebut namanya, sembari memasukkan uang pecahan Rp5 ribu ke dalam kotak donasi.
Baca juga; Update Banjir Bandang di Masamba, Pagi Ini Tim Gabungan Turun di Desa Radda dan Petambua, Dua Hilang
Baca juga; Cerita Gerakan Donasi Kemanusiaan Bencana Banjir Bandang Masamba Ketuk Hati Warga Bontang
Harus diakui, animo masyarakat Bontang membantu korban banjir bandang Masamba, Luwu Utara cukup tinggi.
Semua elemen masyarakat turut serta dalam aksi kemanusiaan ini. Mulai dari seniman, komunitas pemuda, organisasi masyarakat, perhimpunan jurnalis, legislator, hingga Walikota dan Wakil Walikota serentak turun ke jalan.
Wakil Walikota Bontang, Basri Rase membuka aksi turun ke jalan pada hari pertama. Tak hanya rupiah, suara emas pun disumbangkan bagi para pengendara yang melintas dari sudut jalan.
Sementara Walikota Bontang, Neni Moerniaeni menutup aksi donasi tersebut dengan menenteng kardus, memunguti rupiah dari pengendara yang setop saat trafic light berwarna merah di Jalan Letjend Suprapto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/diantar-sendiri.jpg)