Dua Bukti Ini Bakal Bantu Polda Metro Jaya Bongkar Misteri Pembunuhan Editor Metro TV, Bukan Pisau
Dua bukti ini bakal bantu Polda Metro Jaya bongkar misteri pembunuhan Editor Metro TV, bukan pisau
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Doan Pardede
Polisi berharap kasus ini segera terungkap.
Ia berkata bahwa penyelidikan ponsel korban serta CCTV kemungkinan bisa selesai pada hari Senin atau Selasa pada (21/7/2020).
"Mudah-mudahan ini secepatnya kita buka, kemarin dari Labfor menyampaikan lebih dari Senin atau Selasa nanti bisa kebuka semua."
"Nanti akan saya sampaikan, saya bilang ke teman-teman semuanya seperti apa, ini harus pelan-pelan nanti kita akan Anev (Analisa dan Evaluasi)," ungkapnya.
Yusri mengatakan, dalam kasus ini polisi harus bergerak setiap hari dan setiap waktu demi mengungkap siapa dalang kematian Yodi.
Mereka juga dikomandai langsung oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.
"Ini baru kita laksanakan anev lagi karena CCTV yang kami gunakan pagi kita laksanakan."
"Anev cuma tim-timnya sore bergerak, siang bergerak semuanya sesuai Ditreskrimum Polda Metro Jaya karena memang langsung dikomandoi Ditreskrimum Polda Metro Jaya," kata dia.
• Tanpa Kasus Baru Virus Corona Daerah Ini Mau Bubarkan Gugus Tugas Covid-19, Ganjar Pranowo Bereaksi
Ada Bercak Darah di Pisau?
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP M Irwan Susanto menyinggung pisau yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Sebagaimana diketahui, mayat Yodi ditemukan di pinggir Jalan Tol JORR Pesanggrahan, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta pada Jumat (10/7/2020).
Dari pemeriksaan forensik, Irwan menyebut belum ada hasil lebih lanjut soal pisau tersebut.
"Jadi sampai hari ini kami belum mendapat informasi bahwa dalam pisaunya yang ditemukan di TKP yang diduga ada darah belum ada hasil," kata Irwan.
Pihaknya kini tengah menunggu apakah ada jejak sidik jari dari pisau tersebut.
"Secara lisan maupun secara administrasi per surat, ya mudahan-mudahan ada jejak itu yang kita tunggu," imbuhnya.