Rabu, 29 April 2026

Takut Tertular Covid-19, Jadi Alasan Warga tak Mau Temui Petugas Coklit KPU Samarinda

Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) menjalankan proses pencocokan dan penelitian (coklit) dalam pemutakhiran data pemilih sejak hari Rabu (13/7/2

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO
Dwi Haryono, Divisi Perencanaan Program dan Data KPU Samarinda, menceritakan kesulitan petugas PPDP dalam melaksanakan kegiatan coklit. Petugas seringkali kesulitan bertemu dengan warga dikarenakan bekerja. Bahkan beberapa warga menolak bertemu dikarenakan takut tertular Covid-19. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) menjalankan proses pencocokan dan penelitian (coklit) dalam pemutakhiran data pemilih sejak hari Rabu (13/7/2020) sampai Kamis (13/8/2020) mendatang.

Mereka melakukan survei untuk meneliti jumlah masyarakat yang akan diolah dan akan dimasukkan ke dalam daftar pemilih tetap, sekaligus meningkatkan kualitas data pemilih dalam proses coklit ini.

Sudah berjalan hampir dua pekan petugas PPDB menyambangi rumah warga yang tersebar di 10 Kecamatan se-Kota Samarinda, tentunya ada rintangan selama proses coklit berlangsung.

Dwi Haryono, Divisi Perencanaan Program Dan Data KPU Samarinda mengatakan, terdapat beberapa rintangan dan kesulitan dalam proses pemutakhiran data pemilih.

Salah satu kesulitannya adalah jadwal bertemu warga ketika melakukan pendataan dari rumah ke rumah (door to door).

"Masyarakat Samarinda kebanyakan bekerja sehingga PPDP sulit bertemu secara langsung," ucapnya, Senin (27/7/2020).

Baca juga: Kaget Lihat Suami Terkapar Tewas, Sang Istri Langsung Memeluk dan Ikut Meninggal, Disaksikan Anak

Baca juga: Pencarian ABK Kapal Pengangkut Sayur yang Hilang di Perairan Muara Pantuan Kukar Resmi Dihentikan

Kesulitan lainnya adalah warga yang enggan bertemu dengan PPDP. Alasan tidak maunya warga bertemu dengan PPDP dikarenakan tidak mau tertular Virus Corona ( covid-19 ).

Padahal petugas PPDP pun sudah dibekali alat pelindung diri yang menjamin agar petugas tidak menularkan atau ditulari covid-19.

"Karena yang bersangkutan takut tertular covid, soalnya ada salah satu masyarakatnya terkena covid. Itu berada di Kecamatan Sambutan," ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan proses coklit masih berlangsung. Dengan adanya coklit ini diharapkan dapat meningkatkan angka partisipasi pemilih di Pilkada tahun 2020 ini. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved