Breaking News:

Berita Pemprov Kalimantan Timur

Alhamdulilah Wagub Hadi Mulyadi Dinyatakan Sembuh, Begini Pengakuan Ketua Tim Medis RSUD AWS

Setelah dinyatakan sembuh lanjut David, Wagub Hadi Mulyadi sudah bisa melakukan aktivitas bekerja seperti biasa

HUMASPROV KALTIM
Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi 

Foto : Wagub Hadi Mulyadi

SAMARINDA - Kabar gembira kembali merebak di Kalimantan Timur. Dimana, orang nomor dua di Benua Etam dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Hal ini dinyatakan Ketua Tim medis yang juga Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (RSUD AWS) Samarinda dr David Hariadi Masjhoer, setelah Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi menjalani perawatan dan masa isolasi mandiri sejak 15 Juli 2020.

"Alhamdulillah, memasuki hari 13 setelah ditetapkan positif Covid-19, Pak Wagub kita sudah sembuh. Terhitung sekitar 10 hari, namun kita genapkan 14 hari isolasi. Sebab, beliau ada keluhan ringan sebelum masa isolasi," kata David via whatsApp, Senin (27/7/2020).

Menurut David, sesuai protokol kesehatan terbaru dari Kementerian Kesehatan, maka Wagub Hadi Mulyadi tidak perlu tes swab. Tetapi, cukup dinyatakan tidak ada gejala selama 10 hari ditambah 3 hari telah menjalani isolasi sesuai prosedur kesehatan.

"Pak Wagub, juga istri sudah sembuh. Mereka tidak ada perawatan khusus sebab tidak ada gejala. Juga, tidak ada perawat yang khusus selama isolasi di rumah jabatan Jalan Milono Samarinda. Kita hanya monitor dan memantau. Setiap hari Wagub melaporkan kondisinya tidak ada keluhan selama isolasi," jelasnya.

Setelah dinyatakan sembuh lanjut David, Wagub Hadi Mulyadi sudah bisa melakukan aktivitas bekerja seperti biasa di kantor maupun kegiatan-kegiatan lainnya.

"Tapi sebaiknya, tetap melakukan pembatasan. Mengingat saat ini masih pandemi. Kita tidak berharap tertular lagi. Sebab, virus ini tidak ada jaminan orang yang sembuh tidak akan tertular lagi. Ini masih bisa tertular," ungkap David.

Yang perlu diperhatikan ujarnya, tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan setiap saat, dimana pun dan kapan pun.

"Karena, virus corona tidak diketahui adanya tapi berada di sekitar kita," tegas David. (yans/sul/adv)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved