Breaking News:

Tak Semua Murid Punya Gawai, Dewan Pendidikan Balikpapan Sambut Baik Terobosan Satu Kelas 5 Orang

Pembelajaran daring rupanya masih menyisakan segelintir permasalahan. Tak hanya persoalan sistem namun bicara fasilitas juga masih banyak yang belum t

TRIBUNKALTIM.CO/MIFTAH AULIA ANGGRAINI
Ilustrasi kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara tatap muka dengan menerapkan protokol Covid-19. MIFTAH 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Pembelajaran daring rupanya masih menyisakan segelintir permasalahan. Tak hanya persoalan sistem namun bicara fasilitas juga masih banyak yang belum terpenuhi.

Dari data yang ada misalnya, baru 70 persen warga Kota Balikpapan yang sanggup memiliki gawai untuk anak-anaknya. Sisanya lagi masih kebingungan mencari bantuan lain untuk tetap bisa belajar.

Salah satu anggota Dewan Pendidikan Kota Balikpapan, Suyitna mengatakan, sebenarnya Dinas Pendidikan sebagai mitra kerjanya juga sudah mencari solusi.

Bahwa di awal tahun ajaran baru, sekolah diperkenankan untuk menganggarkan bantuan kuota bagi siswa maupun guru, namun untuk sementara masih diutamakan siswa yang tidak mampu.

"Ini proses masih berjalan. Saya dengar Kadisdik juga sudah mengajukan kepada Walikota, kalau bisa ada bantuan kuota dari pemerintah kota," ujarnya.

Baca juga: Tak Ingin Bebankan Orangtua, Dinas Pendidikan Balikpapan Beri Pulsa Rp 75 Ribu untuk Gakin

Baca juga: Momentum Tepat Anak JokowiI Maju di Pilkada Solo, Pengamat Sebut Gibran Tak Ingin Ulangi Nasib AHY

Sehingga dalam pembagiannya itu, semua siswa di sekolah bisa mendaparkan kuota tanpa terkecuali. Ini yang sedang diupayakan.

Selain itu, Dewan Pendidikan juga menyambut baik, beberapa terobosan untuk siswa kelas 1 SD yang belum mengenal apapun bisa dilakukan pembelajaran tatap muka.

Meskipun hanya 5 orang dalam satu kelas, namun karena dirasa lebih efektif, DPK juga tengah meminta izin untuk bisa dipertimbangkan juga dilakukan pada tingkatan kelas lainnya.

Baca juga: Diduga 2 Pelaku Adalah Orang Balikpapan, Teka Teki Pembunuhan Ibu Kost di Sidoarjo

Baca juga: Waspadai Titik-titik Ini, Wiku Adisasmito Rilis Lokasi Baru Rawan Virus Corona, Klaster Sudah Banyak

"Barangkali bisa, kami sedang upayakan itu, melihat banyak terjadi kendala dan keluhan di lapangan," katanya.

Dewan Pendidikan pun saat ini turut mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Kelompok Kerja Guru (KKG), di mana telah melakukan upaya membangun komunikasi melalui beberapa penyiaran.

"Ini jadi terobosan di mana guru dan siswa bisa difasilitasi. Untuk mengatasi keluhan orangtua yang tak memiliki HP tetap bisa komunikasi dalam belajar daring," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved