Breaking News:

Berita Pemkab Berau

Unjuk Rasa Buruh Tuntut Pembayaran Gaji, Bupati Muharram Temui Para Pendemo

Sebelum apa yang menjadi tuntutan karyawan diselesaikan, aset yang ada tidak diijinkan untuk keluar dari wilayah Kabupaten Berau.

Editor: Achmad Bintoro
HUMASKAB BERAU
TEMUI BURUH - Didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Junaidi dan sejumlah pejabat terkait, Bupati Berau, Muharram menemui buruh dan mahasiswa yang menggelar aksi demo di depan kantor Bupati Berau, Rabu (29/7/2020). 

TANJUNG REDEB - Didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Junaidi dan sejumlah pejabat terkait, Bupati Berau, Muharram menemui buruh dan mahasiswa yang menggelar aksi demo di depan kantor Bupati Berau, Rabu (29/7/2020).

Buruh yang tergabung dalam aliansi serikat buruh seluruh Indonesia menggelar aksi protes kepada PT KBM, salah satu kontraktor perusahaan pertambangan batu bara yang belum menyelesaikan kewajiban membayar gaji buruh setelah kegiatan operasional perusahaan berakhir.

Dalam kesempatan itu, Bupati Muharram, menegaskan Pemerintah Kabupaten Berau telah menindaklanjuti apa yang menjadi harapan masyarakat. Termasuk langkah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menahan aset perusahaan sebagai jaminan untuk membayar gaji karyawan.

Sebelum apa yang menjadi tuntutan karyawan diselesaikan, aset yang ada tidak diijinkan untuk keluar dari wilayah Kabupaten Berau.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan para karyawan ini dikatakan Muharram sudah digelar berulang kali. Pihak perusahaan juga sudah menjanjikan untuk membayar dengan cara mencicil sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan sesuai dengan penjualan aset yang dimiliki.

Baik berupa aset besi bekas maupun aset alat yang masih berfungsi. Hanya saja dalam realitasnya dikatakan Muharram, ada perbedaan pendapat terkait hasil penjualan aset ini yang juga menjadi kendala.

"Sehingga pihak perusahaan juga tidak hanya semata mata menyelesaikan gaji karyawan, tetapi ada kewajiban kewajiban lain yang juga harus diselesaikan. “Sehingga ini yang mungkin terjadi selama ini,” tegasnya.

Untuk itu Pemkab Berau melalui Disnakertrans ditegaskan Muharram memfasilitasi para karyawan dan perusahaan untuk menyelesaikan masalah yang ada agar bersama sama mencari titik temu. Aset berupa besi tua yang dijual perusahaan diharapkan dimaksimalkan untuk melunasi tanggungjawab utang kepada karyawan terlebih dahulu. Pasalnya karyawan ditegaskan Muharram memiliki keluarga yang juga harus mendapat perhatian serius.

“Kami berharap apa yang menjadi tanggungjawab perusahaan terhadap karyawan ini dapat diselesaikan terlebih dahulu,” ungkapnya.

Disaat saat ini diakui Muharram kondisi perusahaan memang cukup berat. Bahkan kemungkinan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) masih bisa terjadi. Muharram berpesan kepada perusahaan yang memang terpaksa melakukan pengurangan karyawan untuk mengutamakan masyarakat local agar tetap dipertahankan bisa bekerja.

Akan tetapi jika pun memang harus terpaksa mengurangi karyawan hingga masyarakat local, Muharram juga mengingatkan perusahaan untuk memperhatikan peraturan perundang undangan yang ada, hak karyawan dapat diberikan sebagaimana mestinya. (adv/hms4)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved