Kamis, 14 Mei 2026

Virus Corona di Samarinda

3 Aktivis di Samarinda Disebut Positif Covid-19, Walhi Kaltim Merasa Ada Keanehan

Aktivis dari Walhi, Pokja 30 dan LBH Samarinda diamankan petugas dari Satpol PP dan Dinas Kesehatan, Jumat (31/7/2020) malam

Tayang:
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/JINO KARTONO
Direktur Eksekutif Walhi Kaltim Yohana Tiko menjelaskan awal mula petugas datang ke Kantor walhi untuk mengamankan aktivis yang terkonfirmasi positif covid-19, Jumat (31/7/2020) kemarin. Ia menjelaskan kepada wartawan dalam konferensi pers melalui aplikasi zoom meeting, Sabtu (1/8/2020) Siang. 

Sehingga ketiga aktivis ini pun dipaksa untuk melakukan karantina di rumah sakit. Saat ini status mereka merupakan terkonfirmasi positif tanpa gejala atau disebut OTG.

Hal ini bertentangan dengan aturan yang dikeluarkan pemerintah pusat. Jubir penanganan covid-19 Achmad Yurianto saat jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (18/7/2020) silam mengatakan orang sifatnya berstatus positif tanpa gejala pun tidak perlu dirawat di rumah sakit.

Mereka yang berstatus tanpa gejala diwajibkan melakukan karantina mandiri.

"Konfirmasi positif tanpa gejala kita tidak akan dirawat di rumah sakit karena memang tidak ada gejala dan tidak ada indikasi untuk dirawat di rumah sakit. Beberpa daerah sudah membuat isolasi secara kelompok dengan pengawasan yang ketat karena dikhawatirkan ini menjadi sumber penularan di tengah-tengah masyarakat. Namun di beberapa daerah ada yang masih memberi kebebasan untuk melaksanakan isolasi secara mandiri," katanya.

Namun hal tersebut juga bertentangan dengan apa yang dilakukan oleh pihak Dinas Kesehatan Kota Samarinda. Dr. Osa Rafshodia selaku Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Samarinda melalui sambungan telepon, Jumat (31/7/2020) malam mengatakan ketiga aktivis yang diduga terkonfirmasi tanpa gejala ini dikarantina di rumah sakit karenakan aspek sosial.

Bisa saja masyarakat sekitar merasa risih atau takut tertular covid-19. Sehingga kemungkinan masyarakat sekitar meminta tim gugus tugas ataupun petugas medis membawa ketiga aktivis itu dikarantina di rumah sakit.

"Bukan begitu dong lihatnya, kan ada aspek sosial juga. Pandemik ini juga ada permasalahan sosial," ucapnya. Ia pun enggan memberikan komentar lebih mengenai proses karantina yang dilakukan oleh Wagub Hadi Mulyadi.

Sebab kriteria Wagub Hadi Mulyadi dengan ketiga aktivis ini mirip yaitu terkonfirmasi tanpa gejala. "Saya tidak bisa membandingkan, karena saya tidak tahu case by case," ucapnya.

Karantina mandiri juga dilakukan oleh tenaga medis terkonfirmasi positif di rumah sakit Abdul Wahab Sjahranie beberapa waktu lalu. Bahkan dirut AWS David Masjhoer pun menyarankan para petugas melakukan isolasi mandiri.

( TribunKaltim.co )

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved