Breaking News:

Jadi Percontohan di Indonesia, PDAM PPU Bakal Pasang Pompa Digital, Dapat Hibah dari Australia

Tahun 2020 ini Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) atau sekarang resmi berubah menajadi Perumda Air Minum Danum Taka Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU

Tribunkaltim.co, Aris Joni
Direktur Utama Perumda Air Minum Danum Taka PPU, Abdul Rasyid mengatakan, Kabupaten PPU akan melaksanakan program pemasangan pompa digital bekerja sama dengan Kemitraan Australia dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM- Tahun ini Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) atau sekarang resmi berubah menjadi Perumda Air Minum Danum Taka, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan melaksanakan program pemasangan pompa digital bekerja sama dengan Kemitraan Australia dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Hal itu dikatakan oleh Direktur Utama Perumda Air Minum Danum Taka PPU, Abdul Rasyid.

Ia mengatakan program air minum berbasis kinerja ini dilakukan guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya warga PPU.

"Program ini bekerja sama dengan Australia, program kinerja PDAM dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Ini bentuknya adalah bantuan hibah dari Australia, bantuan pompa kepada PDAM," kata Abdul Rasyid, Minggu (2/8/2020).

Lebih lanjut, ia mengatakan, program yang dilaksanakan ini hanya diperuntukan bagi 11 kabupaten atau kota saja di Indonesia, salah satunya PPU menjadi bagian dari program tersebut.

Rencananya program ini akan dilaksanakan pada bulan September 2020 mendatang.

Baca juga: Ribuan Orang Berdemo di Jerman, Menolak Aturan-aturan dan Protokol Kesehatan Pandemi Covid-19

Baca juga: Tenaga Medis Rentan Kena Covid-19, Dokter Spesialis Paru RSUD Abdul Rivai Berau Sebutkan 2 Faktor

"Kita menjadi kabupaten percontohan, untuk pemasangan pipa induknya akan dilaksanakan pada bulan September," ujarnya.

Ia mengemukakan pemasangan program pompa digital tersebut akan dipasang di Kelurahan Sepaku dan Kelurahan Lawe-Lawe.

Kelebihan alat ini adalah perhitungan air tidak lagi manual lagi sehingga lebih mempermudah proses penghitungan.

"Jadi beda, pemasangan pompa digital, jadi perhitungan air produksi tidak lagi manual seperti yang kita lakukan selama ini, jadi sudah menggunakan sistem digitalisasi, mempermudah proses penghitungan," ucapnya. (*)

Penulis: Dian Mulia Sari
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved