Breaking News:

Berita DPRD Kalimantan Timur

Kutai Lama, Ternyata Ada Kampung di Desa Terkenal Ini Belum Teraliri Listrik PLN

Salah satu kampung di Desa Kutai Lama minta anggota dewan Baharuddin Demmu memfasilitasi masalah aliran listrik PLN

HUMAS DPRD KALTIM
RESES - Anggota DPRD Kaltim Baharuddin Demmu menyerap aspirasi dari warga di sejumlah desa di Kabupaten Kutai Kartanegara pada 22 -29 Juli 2020. Salah satunya di Kutai Lama, Kecamatan Anggana yang belum teraliri listrik PLN. 

SAMARINDA- Meski terkendala pandemi covid-19 sejak awal tahun 2020, Anggota DPRD Kaltim Baharuddin Demmu tetap tak lepas dari tugas kedewanan memperjuangkan aspirasi rakyat.

Salah satunya hasil reses atau penjaringan aspirasi masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Kutai Kartanegara pada 22 -29 Juli lalu, yaitu masih adanya salah satu desa di Kutai Lama Kecamatan Anggana yang belum teraliri listrik PLN.

"Sejak pandemi hampir seluruh aktivitas kedewanan dilakukan secara daring. Setelah dilakukan kelonggaran, Alhamdulillah bisa kembali bersilaturahmi menyapa rakyat di dapil tentunya dengan protokol kesehatan. Dari hasil diskusi dengan warga di Kutai Lama mereka meminta difasilitasi masalah aliran listrik PLN di salah satu kampung karena tiang sudah terpasang, warga sudah membayar namun belum ada aliran listriknya," kata politisi PAN ini.

Tak hanya itu. Warga di daerah tersebut juga mengharapkan bantuan kapal - kapal dan peralatan alat tangkap ikan bagi nelayan. Wakil rakyat yang peduli dengan kemajuan daerah-daerah terpencil dan terisolir ini mengaku meski ditengah kewaspadaan tak menyurutkan niatnya menyerap aspirasi sebanyak-banyaknya.

Seperti saat Baharuddin mengunjungi Desa Ponoragan, Kecamatan Loa Kulu. Terdapat sejumlah usulan warga yakni bibit ikan unggulan, penurapan badan jalan dan drainase untuk mengairi kolam-kolam ikan petani.

"Termasuk sarana dan prasarana untuk mendukungan sektor pariwisata Desa Ponoragan sebagai desa wisata agrominapolitan," sebutnya.

Sementara itu, warga di Desa Kerta Buana, Tenggarong Seberang mengeluhkan masalah pengairan ke sawah-sawah pertanian. Desa ini terdapat embung namun fungsinya belum maksimal mengairi ke lahan-lahan pertanian. Sebab akan menjadi masalah saat musim kemarau, selain itu terdapat pula usulan traktor untuk keperluan pertanian.

Dua desa lain yang juga Baharuddin Demmu kunjungi yaitu Desa Sambera Baru, Kecamatan Marang Kayu dan Desa Gas Alam Badak I, Kecamatan Muara Badak. Warga meminta bantuan renovasi ruang kelas Madrasah dan perbaikan infrastruktur.

Selain itu, bantuan untuk penyelesaian pembangunan Masjid Istiqomah di Desa Sambera, masalah infrastruktur lingkungan, dan sejumlah usulan dari kelompok-kelompok pertanian dan nelayan untuk meningkatkan kegiatan ekonomi warga setempat juga perlu mendapat perhatian.

Terdapat pula usulan warga Desa Sepatin, Kecamatan Anggana. Berupa pengadaan speedboat, bantuan penyelesaian pembangunan masjid Miftahul Jannah, serta sarana dan prasarana alat-alat tangkap ikan. Untuk Desa Muara Pantuan, di Kecamatam yang sama. Warga meminta bantuan serupa ditambah perbaikan infrastruktur jalan, jembatan, dan pupuk tambak.

"Hasil reses ini merupakan usulan aspirasi rakyat yang menjadi dasar perjuangan saya selaku Ketua Fraksi PAN DPRD Kaltim dan akan diusulkan kepada pemerintah dalam memprogramkan kegiatan pembangunan bersama di tahun-tahun mendatang. Untuk desa-desa lainnya, Insya Allah menyusul," tambah Baharuddin Demmu. (adv/hms5)

Tags
Kutai Lama
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved