Sabtu, 25 April 2026

Agen Perjalanan Wisata Balikpapan Masih Mati Suri, New Normal Belum Beri Efek

Bisnis travel agent nyaris tak berjalan sama sekali selama 4 bulan terakhir. Pandemi Covid-19 membuat mereka yang mengandalkan wisata, harus mati suri

Penulis: Heriani AM | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, HERIANI
Ketua Umum Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) Balikpapan Tan Lili 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Bisnis travel agent atau biro perjalanan nyaris tak berjalan sama sekali selama 4 bulan terakhir. Pandemi Covid-19 membuat mereka yang mengandalkan wisata, harus mati suri. Kondisi ini dialami seluruh agen perjalanan baik wisata maupun haji dan umrah. Termasuk di Balikpapan.

Ketua Umum Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies atau ASITA Balikpapan Tan Lili menyampaikan, memasuki masa kenormalan baru pandemi Covid-19, dimana pelonggaran-pelonggaran aktivitas telah dibuka perlahan, tidak berdampak signifikan untuk travel agent.

"Sejauh ini belum ada perkembangan yg baik dan bisnis travel. Masih mati suri," ujarnya ketika dihubungi, Selasa (11/8/2020).

Perempuan berkacamata ini menyebut, tentu ada keinginan masyarakat untuk melakukan perjalanan wisata. Hanya saja masih terkendala dengan adanya rapid test dan test pcr, serta protokol kesehatan yang harus dipatuhi. Sehingga dalam perjalanannya, liburan akan terasa jauh berbeda.

Baca juga; Korban Wartawan Gadungan di Balikpapan Bermunculan, Minta Pelaku Kembalikan Uang Puluhan Juta

Baca juga; Bank Indonesia Balikpapan Dorong Pembayaran Digital Gunakan QRIS di Era Covid-19 dan New Normal

"Tetapi sudah ada juga yg berwisata di daerah masing-masing, wisata lokal dengan protokol kesehatan," tambahnya.

Lanjutnya, dengan jumlah pasien positif virus corona di Balikpapan yang kian bertambah, lanjut Tan Lili akan sangat berdampak pada masa depan agen tour dan travel. Meski pemerintah telah memberi kelonggaran di era new normal.

"Sangat berdampak pastinya karena pemerintah setempat masih belum menerima adanya kegiatan yang melibatkan orang banyak. Walaupun saat ini pemerintah menerapkan new normal, tapi pengaruhnya kepada agent tour dan travel masih belum terasa karena belum ada yang mau berwisata dalam masa pendemi ini," paparnya.

Sejauh ini, sebagian besar agen tour dan travel yang bergabung di Asita, masih menutup Kantor operasionalnya, dan menjalankan aktivitas pemesanan tiket dari rumah. Pembelian tiket pun, untuk perjalanan biasa dan perjalanan dinas, bukan perjalanan wisata.

"Kami berharap semoga dalam waktu dekat dunia pariwisata dapat segera bangkit kembali, agar teman-teman di Asita dapat aktif kembali menjalankan usahanya," ujarnya.

"Dan Asita semakin solid sehingga dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dapat memajukan pariwisata indonesia," pungkasnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved