Breaking News:

Bea Cukai Balikpapan Musnahkan Obat Kuat Hingga Miras, Nilai Barang Ditaksir Hingga Rp 2,6 Miliar

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai atau Kanwil DJBC Kalbagtim musnahkan berbagai barang ilegal yang masuk kategori larangan atau pembatasan

TRIBUNKALTIM.CO, MIFTAH AULIA ANGGRAINI
Pemusnahan BKC Ilegal yang dilakukan dengan cara membakar di halaman KPPBC TMP B Balikpapan, Rabu (12/8/20). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai atau Kanwil DJBC Kalbagtim musnahkan berbagai barang ilegal yang masuk dalam kategori larangan atau pembatasan, hari ini Rabu (12/8/20).

Antara lain 539.419 batang rokok ilegal, 8 botol hasil pengolahan tembakau, 96 MMEA ilegal yang diperoleh dari berbagai wilayah di Balikpapan dan wilayah lainnya.

Selain itu, juga dilakukan pencegahan barang masuk ilegal berupa 666 pcs sex toys, 3.735 obat kuat, 36.821 pcs barang larangan lainnya yang diperoleh dari barang kiriman melalui PT Pos Indonesia.

"Total kerugian negara Rp 684 juta. Nilai barang diperkirakan Rp 2,6 miliar. Ini barang kiriman, bukan paket besar. Jumlah kecil-kecil dari luar barangnya, ” kata Kepala Kantor KPPBC TMP B Balikpapan, Firman Sane Hanafiah.

Sementara itu, ia menambahkan kebanyakan Rokok ilegal yang ia dapati justru berasal dari pulau Jawa. Sedangkan menyangkut obat-obatan berasal dari China.

Baca juga; LANGSUNG BERHASIL Cara Login www.prakerja.go.id Link Kartu Prakerja Gelombang 4, Kriteria Diperketat

Baca juga; Tekan Peredaran Barang Cukai Ilegal, Bea Cukai Gelar Sosialisai Identifikasi Keaslian Pita Cukai

"Kalau minuman rata-rata didapat dari pemeriksaan kita. Jika ada kapal datang. Minuman ini tidak dilakukan di manifest, sehingga di lapangan ditindak," ungkapnya.

Upaya pemusnahan ini sebagai bentuk menciptakan keadilan bagi industri yang telah berusaha mematuhi segala ketentuan, termasuk membayar cukai.

Ini juga sebagai langkah melindungi moral masyarakat dari pengaruh negatif adanya pornografi dan pornoaksi, melalui beberapa media barang.

Dijelaskan Firman Sane, bahwasannya penindakan pemusnahan dilakukan terhadap barang kena cukai yang tidak dilekati pita cukai tidak sesuai peruntukan.

Ini turut melanggar UU No 39 tahun 2007 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 1995 mengenai Cukai dan peningkatan atas barang larangan atau batasan.

Yang mana juga dikarenakan tidak sesuai dengan UU No 17 tahun 2006 mengenai perubahan atas UU 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan.

"Memang ini kebanyakan diedarkan diwilayah perkebunan dan pertambangan. Karena BKC ilegal ini lebih murah dari BKC yang resmi," bebernya.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved