Virus Corona di Balikpapan
Insentif Tenaga Medis Balikpapan Cair, Total Tiga Bulan Pertama Nilainya Rp 4 Miliar
Setelah enam bulan berjalan, akhirnya insentif bagi tenaga medis sebagai garda depan Covid-19 di Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur.
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Setelah enam bulan berjalan, akhirnya insentif bagi tenaga medis sebagai garda depan covid-19 di Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur cair.
Insentif ini hanya dikhususkan bagi tenaga medis, yang melakukan perawatan terhadap pasien yang terkonfirmasi positif covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Andi Sri Juliarty memberkan,
ada sekira 679 lebih tenaga medis di bawah naungan DKK yang menerima insentif kesehatan dari Pemerintah Pusat.
“Kalau di kami (DKK) hanya untuk tenaga medis di Puskesmas dan RSUD Beriman,” kata Andi Sri Juliarty, Selasa (18/8/2020).
• Positif covid-19, Pasutri di Samarinda Dijemput Petugas Dini Hari, Punya Gejala Batuk dan Demam
• Penuhi Arahan Presiden, PKK Gelar Gebrak Masker Cegah Penularan Covid-19
• Lawan Covid-19, TP-PKK Kubar Serentak Bagikan 3.000 Maker dalam Program Gebrak Masker
"Nilainya diperkirakan mencapai Rp 4 miliar lebih. Itu untuk tiga bulan, dari Maret, April, dan Mei,"sambungnya.
Wanita yang kerap disapa Dio itu pun mengatakan, insentif bagi tenaga kesehatan di luar DKK, akan diberikan langsung oleh Kementerian Kesehatan kepada masing-masing rumah sakit.
"Insentif rumah sakit di luar DKK langsung dari pusat,” ungkapnya.
Pun besaran jumlah insentif yang diterima tenaga medis, Dio mengaku jika hal itu akan disesuaikan dengan jumlah kasus yang ditangani.
“Beda-beda, tergantung kasusnya. Ada papan grafik untuk rumusnya. Misalnya di Puskesmas A ODP banyak, maka jumlah insentif juga begitu. Jadi tergantung kasus,” jelasnya.
• UPDATE Virus Corona di Indonesia Hari Ini Sentuh 139.549 Positif, Bertambah 2.081 Pasien
• NEWS VIDEO Waspada Virus Corona Menyebar Lewat Asap Rokok, Wilayah Ini Terapkan UU Larangan Merokok
Dio menambahkan, pencairan dana insentif ini sejatinya sudah ada sejak minngu lalu.
Hanya saja proses pencairannya membutuhkan waktu untuk verifikasi dan disalurkan ke rekening-rekening.
“Jadi, semuanya transfer antara rekening, sehingga baru bisa sekarang,” imbuhnya.
(TribunKaltim.co)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/tuliskn-aku-kuat.jpg)