Pilkada Malinau
Tak Didukung Golkar dan Nasdem, Wakil Bupati Malinau Gagal Maju Pilkada
Wakil Bupati (Wabup) Malinau, Topan Amrullah untuk bisa maju berpasangan dengan Udau Robinson di pemilihan kepala daerah ( Pilkada) Kabupaten Malinau,
TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Giat mencari kendaraan politik sangat jelas dilakukan Wakil Bupati (Wabup) Malinau, Topan Amrullah untuk bisa maju berpasangan dengan Udau Robinson di pemilihan kepala daerah ( Pilkada) Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Rencana awal, pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Malinau ini, digadang-gadang, akan mendapatkan rekomendasi dari Partai Golongan Karya (Golkar) dan Nasional Demokrat (Nasdem).
Berbekal satu kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Malinau, PKS menjadi modal awal mantan anggota DPRD Malinau ini.
Seandainya tiga partai tersebut berkoalisi, maka pasangan ini akan mengantongi 6 kursi sebagai pengusung dirinya pada Pilkada Malinau.
Baca Juga: KPU Kaltim Harapkan Pimpinan Parpol Ikut Meningkatkan Partisipasi Pemilih pada Pilkada 2020
Baca Juga: KPU Samarinda Laksanakan Sosialisasi Tahapan Pencalonan pada Pilkada
Sebagai informasi, Partai Golkar sendiri memiliki dua kursi, dan Partai Nasdem sebanyak tiga kursi di DPRD Malinau.
Sedangkan, untuk maju dalam Pilkada Malinau setiap pasangan yang ingin menjadi peserta Pilkada cukup mengantongi 4 kursi di DPRD Malinau.
Apabila rencana awal ini berjalan mulus, maka kendaraan politik pasangan Topan-Udau untuk maju bertarung di Pilkada Malinau lebih dari cukup.
Namun ternyata, pada Kamis malam (20/8/2020), diumumkan bahwa dua partai tersebut telah menyatakan sikap dengan mendukung Bakal Calon (Balon) Martin Labo-Datuk Nasir.
Keputusan itupun langsung ditindaklanjuti oleh Topan dengan menyampaikan permohonan maaf kepada pendukungnya. Terlebih, kepada tim pemenangannya yang selama ini berjuang di lapangan untuk menarik dukungan masyarakat Malinau.
“Saya ingin menyampaikan, bahwa saya bersama Pak Udau sudah berupaya maksimal dalam mencari kendaraan politik untuk maju di Pilkada Malinau,” ujarnya melalui vidio singkat yang dibuat olehnya.
Ingin lebih jelas mengetahui perjalanannya dalam mencari kendaraan politik, awak Tribunkaltim.co mencoba menghubungi Topan melalui telepon selularnya. Namun, hingga berita ini diturunkan Topan belum dapat dihubungi.
Seperti diberitakan sebelumnya, tidak mendapatkan kendaraan politik menjadi alasan kuat mengapa pasangan ini tidak dapat bertarung dalam kontestasi Pilkada Malinau, yang dihelat pada 9 Desember mendatang.
“Terkhusus kepada tim pemenangan Topan Amrullah-Udau Robinson yang telah bekerja siang dan malam menyosialisasikan pasangan kami, saya dan Pak Udau memohon maaf yabg sebesar-besarnya,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Malinau ini.
“Begitupula, kepada keluarga besar saya dan Pak Udau, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya,” lanjutnya sama seperti isi dalam video yang beredar di tengah masyarakat Malinau.
Topan mengaku, telah berusaha keras dan maksimal mencari kendaraan politik untuk dapat ikut serta dalam kontestasi Pilkada Malinau. Namun, nasib berkata lain. Partai yang diharap mendukung pasangan ini medukung pasangan lain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/gagal-balon.jpg)