Diskarpus Paser Fasilitasi Wifi Gratis, Bantu Anak Sekolah Belajar Secara Daring
Selama pandemi Covid-19, pengunjung Perpustakaan Daerah di Kabupaten Paser menurun drastis.
TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER – Selama pandemi Covid-19, pengunjung Perpustakaan Daerah menurun drastis.
Hal ini diungkapkan Kabid Akuisisi dan Layanan Pustaka pada Dinas Kearsipan Perpustakaan (Diskarpus) Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Elfrida Veronica.
Selain disebabkan pembatasan jam layanan, pengunjung juga wajib menerapkan protokol kesehatan.
“Kami memberlakukan pembatasan jam layanan, yakni Senin-Kamis dari pukul 08.00-12 WITA, Jumat 08.00-11.00. Dengan mewajibkan penerapkan protokol kesehatan,” kata Elfrida.
Baca Juga: Ditangani Tiga Dokter Spesialis, Kondisi Kadis Perpus Balikpapan Memburuk Sejak Awal Dirawat
Baca Juga: Empat Perpustakaan Berau Berhasil Gondol Juara Provinsi
Di masa pandemi Covid-19 ini, lanjut Elfrida, layanan pustaka harus memprioritaskan kesehatan masyarakat, sehingga jumlah pengunjung dalam ruangan juga dibatasi.
Jika kapasitas daya tampung normalnya sekian, maka di masa pandemi Covid-19 antar pengunjung harus menjaga jarak.
“Kalau jumlah pengunjungnya banyak, ya harus gantian, tapi memang selama pandemi Covid-19 ini jumlah kunjungan berkurang drastis, jadi belum pernah terjadi antrean kunjungan pustaka. Apalagi kita menyediakan layanan wifi gratis untuk anak sekolah, tentunya anak-anak jadi perhatian kita,” ucapnya.
Seperti diketahui, kata Elfrida, sekolah-sekolah belum diizinkan pembelajaran tatap muka, sehingga pembelajaran dilakukan secara daring. Untuk membantu anak-anak yang keterbatasan mengakses internet, Diskarpus Paser memfasilitasi wifi gratis.
“Wifi gratis untuk membantu anak-anak yang belajar secara daring, jangan sampai fasilitas ini malah menjadi bencana buat mereka, makanya kita perketat pengawasannya dan orangtua harus ikut mendampingi, apabila masih di usia SD atau SMP,” jelasnya.
Sementara menunggu pandemi Covid-19 berakhir, layanan pustaka terus berbenah, baik dari sisi fasilitas ruang baca dan referensi buku bacaan. Jika semua Diskarpus Paser ruang baca anak dan dewasa gabung, sekarang ruang baca anak di lantai satu dan ruang baca dewasa di lantai dua.
Hanya saja, tambah Elfrida, salah satu ruang baca dewasa perlu ditambah mesin penyejuk udara dan tirai pelindung dari sengatan matahari. Sedangkan bangunan, buku dan perabot seperti meja, kursi dan lainnya telah dilengkapi oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN 2019.
“Untuk meningkatkan layanan, setiap tahun kita usahakan selalu ada pengadaan buku baru, sehingga bisa sedikit mengejar ketertinggalan buku elektronik. Ini karena kemajuan teknologi membuat semua jadi serba cepat, termasuk referensi buku bacaan,” tambahnya. (*)
Baca Juga: NEWS VIDEO Diskarpus Paser Sediakan Internet Gratis, Hana Kuliah Secara Daring di Perpustakaan
Baca Juga: Diskarpus Paser Sediakan Layanan Internet Gratis, Hana Kuliah Secara Daring di Perpustakaan Daerah