Selasa, 5 Mei 2026

Sebelum Kebakaran, Gedung Kejagung Juga Pernah Diguncang Bom Saat Periksa Kasus Korupsi Besar

sudah tiga kali ini kebakaran terjadi di gedung Kejagung tersebut sejak 1979. Bahkan, salah satunya disebabkan oleh ledakan bom

Tayang:
Foto Warta Kota/Henry Lopulalan
Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung, Sabtu 22 Agustus 2020 

TRIBUNKALTIM.CO - Gedung Kejaksaan Agung ( Kejagung ) terbakar hebat pada Sabtu (23/8/2020) malam.

Kebakaran ini menyebabkan setengah bangunan di gedung bundar itu hangus terbakar.

Polisi masih terus melakukan penyelidikan terkait penyebab terjadinya kebakaran   

Kebakaran hebat di gedung Kejaksaan Agung ( Kejagung), Sabtu (22/8/2020) malam, bukan kali ini saja terjadi.

Ternyata, sudah tiga kali ini kebakaran terjadi di gedung Kejagung tersebut sejak 1979. Bahkan, salah satunya disebabkan oleh ledakan bom di kamar mandi pada Rabu (5/7/2000).

Akibat ledakan bom tersebut, terjadi kebakaran besar di gedung Kejagung kala itu.

 Disibukkan Rumor Lionel Messi, Barcelona Dapat Musibah, Pemain Baru dari Juventus Positif Covid-19

 Buntut Kebakaran Kejaksaan Agung, Jaksa Agung ST Burhanuddin Terpaksa Mengungsi Pindah Kantor

 VIRAL di Medsos Menteri-menteri Foto Bareng tanpa Masker, Politisi PAN Khawatir Masyarakat Mencontoh

 Cair 24 Agustus 2020, Jokowi Bagikan BLT Rp 2,4 Juta untuk UMKM Tahap 2, Langsung Cek Rekeningmu

Artikel di bawah ini memuat peristiwa kebakaran di gedung Kejagung yang terjadi puluhan tahun lalu.

Di antaranya, saat Kejagung memeriksa kasus korupsi besar.

Kini, kebakaran terjadi lagi di gedung Kejagung di saat bersamaan sedang menyidik kasus pelarian koruptor Bank Bali, Djoko Tjandra dan diduga melibatkan seorang jaksa Kejagung, Pinangki Sirna Malasari, tiga jenderal Polri.

Entah kebetulan atau tidak, hingga kini pihak kepolisian sedang menyelidiki penyebab kebakaran hebat di gedung Kejagung.

19 saksi diperiksa

Saat ini, Polda Metro Jaya telah memeriksa 19 saksi terkait kebakaran hebat di Gedung Utama Kejagung.

Saksi yang diperiksa terbagi ke dalam tiga klaster.

"Kemarin ada 19 saksi yang kita lakukan pemeriksaan.

Ada 19 saksi kita bagi 3 klaster," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (24/8/2020).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved