Pasien Covid Meninggal di Samarinda
Peran DPKP Samarinda tak Bisa Dianggap Remeh Pada Pemakaman Covid-19, Turunkan Sipatak dan Silaju
Kasus meninggal dunia akibat terpapar Virus Corona atau covid-19 terus alami peningkatan di Samarinda, Kalimantan Timur.
Penulis: Christoper Desmawangga | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kasus meninggal dunia akibat terpapar Virus Corona atau covid-19 terus alami peningkatan di Samarinda, Kalimantan Timur.
Tidak hanya tenaga kesehatan dan personel BPBD saja yang disibukan dengan penanganan covid-19, namun banyak pihak yang terlibat, terutama tim pemakaman dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Samarinda.
Petugas DPKP inilah yang menggali lubang kubur hingga melakukan penguburan di pemakaman umum Jalan Serayu, Tanah Merah, Samarinda Utara. Kepala Seksi (Kasi) Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan PSU DPKP Kota Samarinda, Suryanata Dwi Putra menjelaskan, pihaknya menurunkan dua tim dalam prosesi pemakaman.
Terdapat tim Sipatak (Sistem Pendataan Tanah Makam) yang terdiri dari sembilan petugas, dan Silaju (Sistem Penerangan Jalan Umum) terdiri dari empat petugas.
Baca Juga: UPDATE Virus Corona di Samarinda, Pasien Meninggal Dunia Karena Covid-19 Terus Bertambah
Baca Juga: UPDATE Virus Corona di Penajam Paser Utara, 1 Lagi Warga Sepaku Meninggal Dunia Akibat Covid-19
Tim Sipatak selalu turun saat pemakaman dilakukan, sedangkan Tim Silaju baru turun ke lokasi pemakaman jika pemakaman dilakukan pada malam hari, maupun pada saat cuaca hujan.
"Sipatak selalu turun, kalau Silaju baru turun jika malam dan hujan, karena mereka yang siapkan penerangan dan tenda, lebih ke perlengkapan saja," ucap Suryanata, Rabu (26/8/2020).
Setiap prosesi pemakaman dilakukan, seluruh petugas menggunakan hazmat, serta alat pelindung diri lengkap. Hal itu tetap harus diikuti oleh pihaknya sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran covid-19.
Pihaknya pun memastikan seluruh petugas dari DPKP terbebas dari covid-19. Test covid-19 dengan IFA telah dilakukan pihaknya di Bapelkes awal Agustus 2020 lalu, dan hasilnya seluruh petugas negatif covid-19.
"Kita sudah test, hasilnya negatif semua," imbuhnya.
Terkait pemakaman dengan prosedur covid-19, sejauh ini sudah dilakukan sebanyak 41 kali, yang terdiri di lokasi umat muslim sebanyak 35 kali dan di lokasi umat kristiani sebanyak 3 kali. Selain pemakaman dengan penguburan, juga dilakukan pemakaman dengan kremasi, sejauh ini sudah tiga kali kremasi.
Khusus pemakaman khsusus covid-19, Pemkot Samarinda menyediakan lahan khusus seluas kurang lebih 2 Ha dengan kapastitas mencapai 600 pemakaman.
Bahkan, seluruh biaya pemakaman, termasuk pemasangan nisan ditanggung oleh Pemkot Samarinda. Nantinya, seluruh makam covid-19 akan diseragamkan.
"Jadi di sini ada dua titik lokasi yang digunakan untuk pemakaman covid-19, untuk yang beragama muslim dan non muslim, masing-masing disediakan 1 Ha. Kalau luas total area pemakaman mencapai 10 Ha," tuturnya.
Selama proses pemakaman dilakukan, pihaknya tidak pernah melarang anggota keluarga pasien hadir ke pemakaman. Namun, saat pemakaman dilakukan, sebaiknya anggota keluarga tetap menjaga jarak dan tidak diperkenankan berada di sekitar lubang kubur.
"Saat pemakaman boleh datang, tapi hanya dari kejauahan saja. Untuk ziarah kubur, kami sarankan datang selang tiga hari setelah pemakaman," pungkasnya. (*)
Baca Juga:TERBARU! Sebaran Corona Hari Ini 26 Agustus 2020 Indonesia & Dunia, Jumlah Pasien Wafat Mengejutkan!
Baca Juga: Sejumlah Anggota DPRD Kota Pekanbaru Kabur Saat Swab Test, Menyusul 2 Rekannya Positif Corona
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/petugas-dari-dinas-perumahan-dan-kawasan-permukiman-dpkp.jpg)