Breaking News:

Digaji Rp 2 Juta Perbulan, Jukir Honor di Tarakan Masih Lakukan Pungli, Terbukti Ini Sanksinya

Masih banyak juru parkir di kota Tarakan, Kalimantan U(tara yang melakukan pungutan liar kepada pengguna parkir

TRIBUNKALTIM.CO/RISNAWATI
Kadis Perhubungan Kota Tarakan, Arbain 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN- Masih banyak juru parkir di kota Tarakan, Kalimantan U(tara  yang melakukan pungutan liar kepada pengguna parkir, baik di pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan lainnya, Kamis (3/9/20)

Padahal, para Jukir Pemkot Tarakan ini, telah diberi gaji sebesar Rp 2 Juta sebulan.

"Pungutan parkir ini ada dua macam ada pajak dan ada retribusi. Kalau retribusi dia kerjasama dengan kita, dan gaji itu sudah ditetapkan dari APBD sebesar Rp 2 juta.

Tetap diberikan karcis, kita sebagai barometernya, menghitungnya kan dari berapa karcis yang terjual. Karena itu yang kita sepakati," ucap Kepala Dinas Perhubungan kota Tarakan, Arbain.

Baca Juga: Begal Sadis Alih Profesi Jadi Jukir, Manjakan Pacar Pakai Uang Kejahatan, Akhir Kisah Cinta Tragis

Baca Juga: Ada Indikasi PAD Parkir Bocor Karena Jukir Liar, Thohari Aziz Minta Pemkot Balikpapan tak Tutup Mata

Bahkan, dengan menggunakan atribut Jukir Pemkot Tarakan, para Jukir honor ini terkadang tidak memberikan karcis kepada pengguna parkir namun menagih uang parkir kepada para pengguna parkir.

"Mereka menggunakan atribut tapi dia tidak memungut karcis, dia mau mengambil uangnya aja. Itu kalau dia tidak memberikan karcis sama saja dia (pengguna parkir) gratis (parkir) jadi tidak ada (retribusi) masuk ke kas daerah karena yang menjadi ukurannya itu kan karcisnya," ujarnya.

Meski bergitu, ia sampaikan jika ada ditemukan Jukir honor yang melakukan pungli ini, langsung diberi teguran bahkan diberhentikan.

"Kita beri peringatan jadi itu perintah Perwali juga bahwa kalau didapati seperti itu, kita kasih teguran, sampai tiga kali (teguran) kita bisa berhentikan," sebutnya.

Tentu dalam memberantas Pungli di Bumi Paguntaka ini, perlu adanya peran aktif dari masyarakat Kota Tarakan sehingga pungli parkir di Kota Tarakan dapat berkurang.

"Sebenarnya itu pungli ya, cuma saya heran juga, maksud saya masyarakat itu harusnya juga bisa membinasakan budaya pungli. Harusnya kan masyarakat itu mintalah karcisnya jangan kasih uang aja kepada mereka (Jukir) karena mereka sudah digaji Rp 2 juta per bulan.

Belum lagi ditambah jaminan kesehatan dan jaminan ketenaga kerjaan dia itu lah standar yang ada di kita besarnya gitu lah misalnya di anggap kurang apa sebagainya tapi itulah besaran," lanjutnya. (*)

Baca Juga: VIRAL! Jukir Ngamuk dan Gores Mobil Pelanggan Pakai Paku, Uang Sudah Diberi, Ini yang Buatnya Emosi

Baca Juga: Kabar Hoaks Jukir dan Pedagang di Pandansari Balikpapan Positif Covid-19, Omset Penjualan Turun

Penulis: Risnawati
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved