Virus Corona di Samarinda
Kegiatan Belajar Mengajar Kala Pandemi Covid-19, Guru Seni di Samarinda Akui tak Mudah
Mengajar di tengah pandemi Corona atau covid-19 menjadi pengalaman dan tantangan bagi seorang guru Seni.
Penulis: Nevrianto | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA - Mengajar di tengah pandemi Corona atau covid-19 menjadi pengalaman dan tantangan bagi seorang guru Seni, yang mengajar di SMAN 10 sejak 2014, Samarinda, Wuri Handayani Suntoro.
Karena Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berbeda dilaksanakan demi memutus penyebaran virus Corona ( covid-19 ) dengan pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (daring) teknologi informasi.
Pengalaman menjadi guru di tengah pandemi Corona luar biasa seketika.
"Kita dituntut beberapa yang muda bisa menyesuaikan yang tua masih berusaha menyesuaikan karena dibatasi dengan jaringan dibatas dengan jarak tak bertemu langsung," ungkapnya kepada TribunKaltim.co.
• Belajar Daring Kala Pandemi Covid-19, Guru SDN 009 Balikpapan Barat Ajarkan Siswa jadi Penulis Fiksi
• Kepala SDN 041 Tarakan Kaget Anak Didiknya Nongol di Uang Kertas Rp 75 Ribu dan Usung Kearifan Lokal
Kalau bertemu langsung kan bisa langsung menjelaskan sampai siswa mengerti. Ini jadi pengalaman dan sejarah hidup yang tak terlupakan sampai Wuri usia tua.
"Semua serba terbatas, KBM kurang efektif tapi mau tidak mau harus mengikuti situasi dan kondisi," tutur warga Aspol Jalan Gelatik Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda, Sabtu (5/9/2020).
Melaksanakan KBM daring sejak pertengahan Maret 2020 membuat jarak tak bisa bertemu langsung antara Wuri dan para siswa siswinya.
Sedih juga campur aduk karena tak bisa ketemu langsung.Kita hanya bersapa di media sosial libur lama dan ujian sekolah sempat online daring.
"Penutupan terakhir bertemu siswa tanpa kesan yang klimaks karena kita harus KBM dari rumah.Kelebihannya kita harus melek teknologi penggunaan media belajar," ujarnya.

"Dari awalnya kita gak tahu jadi tahu teknologi menggunakan Google Meet, Google Class Room atau Zoom," ungkapnya.
Namun masih ada orang tua yang tak mampu memfasilitasi gadget yang bagus. "Akhirnya tak didukung akibatnya ada siswa lebih lambat dibandingkan teman yang punya smartphone," tuturnya.
Bagi Wuri meskipun masih ada penyepelean daring dari beberapa siswa yang tak disiplin para guru, siswa dan orangtua harus saling memahami.
• UPDATE Virus Corona di Balikpapan, Didominasi Pasien Suspek, Tercatat 52 Kasus Baru Positif Covid-19
• Tak Ikut Daftar ke KPU Karena Positif Covid-19 , Kasmidi Bulang Pantau Pendaftaran Paslon Via Zoom
• Mengenal Yoshihide Suga, Pertama dalam Sejarah, PM Jepang dari Politisi Meniti Karir dari Bawah
• Ramalan Zodiak Minggu 6 September 2020, Aquarius Mudah Atasi Masalah Rumit, Pisces Kaya Finansial
Karena waktu tidur atau istirahat kemudian waktu mengajar terkadang mengatur waktunya masih tak disiplin. Kuncinya kerja sama guru dan orangtua harus dibangun supaya saling dukung.
"Kemudian sistem di rumah mau gak mau menyadarkan antara orang tua siswa dan guru, bahwa mendidik tidak mudah, harus saling kontrol lancarnya KBM. Kita harus tetap berjuang dimasa pandemi covid-19 ini. Semoga wabah segera berlalu," harapnya.
(TribunKaltim.co)