Breaking News:

Cara Cek Status Apakah akan Terima BST Kemensos Rp 500 Ribu? Login ke cekbansos.siks.kemsos.go.id

Simak cara cek status apakah akan terima BST Kemensos Rp 500 ribu? login ke cekbansos.siks.kemsos.go.id

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA/WEB PUSDATIN KEMENSOS/SC
Cara cek kepesertaan Bansos di Kemensos 

TRIBUNKALTIM.CO - Simak cara cek status apakah akan terima BST Kemensos Rp 500 ribu? login ke cekbansos.siks.kemsos.go.id.

Pemerintah melalui Kementrian Sosial atau Kemensos menyalurkan Bantuan Sosial Tunai atau BST, mirip dengan Bantuan Langsung Tunai atau BLT.

Tiap keluarga terpilih akan menerima BST sebesar Rp 500 ribu.

Begini cara cek status apa keluarga Anda terdaftar sebagai penerima BST Kemensos.

Simak cara melakukan pengecekan status apakah nama Anda terdaftar sebagai penerima Bantuan Sosial Tunai ( BST) senilai Rp 500.000 dari pemerintah.

Pemerintah melalui Kementerian Sosial kembali menyalurkan bantuan sosial yakni Bantuan Sosial Tunai ( BST) senilai Rp 500.000 atau bansos Rp 500.000 untuk masyarakat yang bukan penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

Bermasalah, 15 Ribu Rekening Tak Bisa Terima BLT Karyawan Tahap I, Menaker Jelaskan Penyebabnya

Sukses Datangkan Tonali dan Brahim Diaz, Pioli Angkat Bicara Kelanjutan AC Milan di Bursa Transfer

 Gelandang Timnas U-19 Indonesia Bocorkan Penyebab Kekalahan Lawan Bulgaria, Respon Shin Tae-yong?

 Harga Tertinggi Rp 439 Ribu, Erick Thohir Beber 2 Cara Dapatkan Vaksin Virus Corona dari Bio Farma

BLT untuk sembako non-PKH ini menyasar 9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Masing-masing penerima mendapatkan dana tunai sebesar Rp 500.000 (BLT Rp 500.000).

Bagi masyarakat yang tidak masuk dalam penerima PKH, bisa mengecek statusnya (cek bansos Rp 500.000) apakah mendapatkan bantuan Rp 500.000 dari pemerintah atau tidak dengan mengaksesnya di cekbansos.siks.kemsos.go.id.

Setelah masuk ke situs resmi penerima bantuan pemerintah tersebut, pada kolom pertama, masyarakat bisa menggunakan 3 alternatif antara lain nomor identitas yang terdaftar di sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), nomor kepesertaan BPJS Kesehatan, atau Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Halaman
1234
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved