Pengakuan Pembunuh Janda Beranak 3 Bontang, Kenal Korban Berawal Dari Facebook

Pembunuh janda beranak 3 di Bontang, M (30) mengaku menyesal telah membunuh kekasihnya sendiri.

TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Pelaku M (30) saat digelar dalam konferensi pers yang dipimpin Kapolres Bontang AKBP Hanifa Martunas Siringoringo didampingi Kasat Reskrim AKP Makhfud Hidayat, Sabtu (5/9/2020) kemarin. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Pembunuh janda beranak 3 di Bontang, M (30) mengaku menyesal telah membunuh kekasihnya sendiri.

"Saya mengakui. Menyesal terhadap apa yang saya lakukan kepada almarhum korban," katanya.

Kepada Tribunkaltim.co, ia mengatakan tak ada pikiran untuk menghabisi nyawa kekasihnya di kamar hotel Jalan KS Tubun Bontang, Kalimantan Timur.

Apa yang ia lakukan spontan, terjadi begitu saja. Lantaran tersinggung dihina korban, usai melakukan hubungan intim. Ditambah korban menuntut sejumlah uang jujuran kepada dirinya, sementara M belum sanggup memenuhi hal tersebut.

Baca Juga: Diantar Anak Istri ke KPU Kaltara Irianto Lambrie Minta Pendukung Saling Menghargai, Bijak Bermedsos

Baca Juga: Usai Bunuh Janda di Bontang, Pelaku Nyaris Tewas Hendak Tenggak Obat Pembasmi Serangga

"Tak ada niat untuk membunuh. Itu secara spontan," tuturnya.

Lebih lanjut, M membeberkan bahwa dirinya bertemu dengan korban di facebook. Saling sapa berujung suka sama suka itu berbuah manis. Mereka menjalani hubungan sejak 1 bulan lalu.

"Saya tahu dia punya anak 3," ucapnya.

Kendati baru seumur jagung, komitmen untuk ke jenjang lebih serius telah dibicarakan.

Kendati demikian, meski belum menikah secara sah. Keduanya beberapa kali melakukan hubungan suami istri.

"Awal perkenalan di facebook. Sudah 2 kali (bersetubuh). Berbeda tempat, mas," ucapnya.

Hotel melati jadi tempat keduanya bercinta memadu kasih, kendati belum menikah.

"Kalau saya serius sama almarhum korban. Tapi ya, didesak sejumlah uang untuk acara pernikahan nilainya Rp 25 juta belum sama cincinya," bebernya.

Dengan wajah lesu ditambah rambut urakan, M mengaku selalu terbayang wajah korban usai membunuhnya. Sejak kabur keluar Bontang sampai mendekam di sel kantor polisi.

Hal itulah yang juga mendorong ia hendak nekat bunuh diri menenggak cairan pembasmi nyamuk.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved