Bawaslu Samarinda Semakin Perketat Protokol Kesehatan Cegah Penyebaran Covid-19
Bawaslu Kota Samarinda, Kalimantan Timur semakin meningkatkan penjagaan dan pengawasan protokol kesehatan para petugas pengawas di lapangan
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kasus terkonfirmasi positif covid-19 sebanyak 531 kasus terjadi di Boyolali.
Dari ratusan kasus tersebut sekitar 70 kasus berada di Bawaslu, sehingga menimbulkan kluster baru yaitu kluster Bawaslu.
Mendengar hal tersebut Bawaslu Kota Samarinda, Kalimantan Timur semakin meningkatkan penjagaan dan pengawasan protokol kesehatan para petugas pengawas di lapangan.
Ia pun terus mengingatkan kepada petugas pengawas untuk taat terhadap protokol kesehatan yang dikumandangkan satgas covid-19.
Baca Juga: Harga Tertinggi Rp 439 Ribu, Erick Thohir Beber 2 Cara Dapatkan Vaksin Virus Corona dari Bio Farma
Baca Juga: Video Call dengan Awak Media, Kasmidi Bulang Kabarkan Kondisinya Kini Usai Dinyatakan Positif Corona
"Saya selalu ingatkan untuk tetap disiplin dalam protokol kesehatan. Tetap mengenakan masker dan sosial distancing menjadi hal penting kalau itu semua kita jaga Insya Allah memutus mata rantai Covid-19," ucap Ketua Bawaslu Samarinda Abdul Muin ketika dikonfirmasi kembali, Senin (7/9/2020).
Selain tidak menimbulkan kluster di internal Bawaslu, pihaknya juga mengingatkan KPU untuk meneruskan tahapan pilkada dengan protokol yang ketat.
Mulai dengan mengurangi jumlah massa saat pendaftaran paslon, hingga mengurangi jumlah massa saat mengantar paslon ke RS AW Sjahranie untuk tes kesehatan. "Kalau itu semua kita patuhi kita dapat memutus mata rantai Corona," ujarnya. (*)
Baca Juga: Tak Ada Calon Vaksin yang Tunjukan Sinyal Manjur, WHO tak Yakin Vaksin Corona Ditemukan Sampai 2021
Baca Juga: Apa Itu Happy Hypoxia? Bisa Sebabkan Pasien Positif Virus Corona Meninggal Dunia tanpa Gejala
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/055-ketua-bawaslu-samarinda-abdul-muin.jpg)