Tiga Hari Landa Banjir, Satu Keluarga di Waru Terpaksa Mengungsi di Rumah Tetangga
Sejumlah rumah di Kelurahan Waru dan Desa Sesulu, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) hingga Rabu ( 9/9/2020)diterjang banjir
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM -Sejumlah rumah di Kelurahan Waru dan Desa Sesulu, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) hingga Rabu ( 9/9/2020) siang masih digenangi banjir.
Dari pantauan Tribunkaltim.co ada sebagian warga yang masih mengungsi di rumah kerabat atau tetangga mereka.
Hal itu dikarenakan banjir masih merendam rumah milik warga hingga setinggi paha hingga pusar orang dewasa.
Salah satunya berdampak pada keluarga Slamet (70) beserta Istrinya Sulastri (65) dan anak semata wayangnya Yunita Sari (16).
Baca Juga: Hingga Siang Ini, Banjir di Desa Sesulu dan Kelurahan Waru di Penajam Paser Utara Mulai Surut
Baca Juga: Andi Harun Tawarkan Solusi Atas Banjir di Samarinda, Manfaatkan Bekas Galian Tambang untuk Polder
Rumah mereka yang berlokasi di RT 29, Kelurahan Waru menjadi salah satu yang terparah dari dampak banjir.
Sulastri bersama suaminya dan anaknya harus mengungsi di rumah tetangga dekat dengan rumah mereka.
"Rumah sayang paling ujung, barang-barang harus ditumpuk, biar ga rusak, mulai hari sudah Senin saya ngungsi di rumah tetangga," kata Sulastri Rabu (9/9/2020).
Di tempat yang sama, Slamet mengatakan, di dalam rumah ketinggian air hampir 60 centimeter, ini merupakan banjir terparah setelah tahun 2010 lalu.
"Dalam sekali hampir 60 cm, bararang-barang saya angkat dan susun ke atas, Ini banjir terparah, bisanya cuman 30 cm saja, 10 tahun yang lalu sampai jendela yang atas, jadi sejak 10 tahun lalu, baru ini yang parah," kaya Slamet.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD PPU, Nurlaila menjelaskan, saat ini kondisi permukaan muka air telah mengalami penurunan yang signifikan, sehingga beberapa warga lain yang mengungsi ke rumah kerabat dan keluarga sudah bisa kembali ke rumah.
"Yang beberapa dari rumah keluarganya sudah bisa kembali karena kondisi muka air sudah turun dan signifikan, di RT 29 ini sebelumnya ada 7 rumah ngungsi di tempat tetangga," kata Nurlaila. (*)
Baca Juga: Memasuki Hari Ketiga, BPBD Beri Bantuan Pangan dan Air Bersih ke Korban Banjir di Waru dan Sesulu
Baca Juga: Warga RT 18 Kelurahan Simpang Pasir Palaran Mengungsi, Banjir Capai Ketinggian Hampir 1 Meter
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/salah-satu-warga-terdampak-banjir-dan-mengungsi-di-rumah-tetangga-di-kelurahan-waru.jpg)