Breaking News:

Kejari PPU Geledah Kantor KPU

Tim Kejari PPU Temukan 102 Item Barang Bukti di KPU, Diantaranya 12 Stempel Palsu

Kejaksaan Negeri (Kejari) Penajam Paser Utara (PPU) kembali melakukan penyelidikan terkait dengan kasus dugaan penyelewengan anggaran Pilkada 2018

TRIBUNKALTIM.CO/DIAN MULIA SARI
Kajari PPU I Ketut Kasna Dedi didampingi Kasi Pidsus Guntur Eka Permana dan Kasi Intel Budi Susilo, Senin (14/9/2020) 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Penajam Paser Utara (PPU) kembali melakukan penyelidikan terkait dengan kasus dugaan penyelewengan anggaran Pilkada tahun 2018 silam.

Kepala Seksi Pidasa Khusus Guntur Eka Permana bersama Kepala Kasi Intelijen Budi Susilo melakukan penggeledahan di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) PPU diruangan Sekertaris KPU dan ruangan Bendahara KPU serta kediaman Sekretaris.

Dalam penggeledahan tersebut, Kasi Pidsus Guntur Eka Permana dan Kasi Intel Budi Susilo mengatakan, telah menemukan barang bukti berupa dokumen dan barang-barang berjumlah hingga 102 unit.

Baca Juga:NEWS VIDEO Kejari Lanjut Geledah Ruang Bendahara KPU PPU

Baca Juga:Kejari Lanjutkan Penggeledahan di Ruang Bendahara KPU PPU, Ini yang Ditemukan

"Jadi berkas keseluruhan baik berupa dokumen dan barang -barang itu ada 102 item, yang kita dapatkan yang ada hubungannya dengan penyidikan atas nama S tersebut," sebut Guntur, Senin (14/9/2020).

Dari 102 unit tersebut ditemukan beberapa kwitanisi kosong serta 12 stempel palsu, diantaranya ada stempel beberapa hotel di Kota Samarinda dan stempel Sekretaris Daerah serta beberapa lainnya.

"Salah satunya itu ada beberapa stempel-stempel yang kita temukan diruangan bendahara maupun di ruangan kerja sekertaris kemudian kwitansi kosong, dokumen-dokumen surat pertanggung jawaban (SPJ) lainnya, paling banyak dokumen-dokumen SPJ," lanjut dia.

Sejauh ini, terdapat 14 saksi yang telah dipanggil terkait dengan dugaan penyelewengan dana hibah pilkada tahun 2018 silam sebesar Rp. 26 miliar tersebut. Yang mana sebagaimana diketahui telah terpakai Rp 21 miliar, sementara Rp. 5 miliar sudah dikembalikan kepada negara.

Adapun satu orang tersangka yang telah ditetapkan oleh Kejari yakni berisinial S selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pilkada tahun 2018.

Lebih lanjut kata dia, pihaknya akan melakukan verifikasi dokumen, pemeriksaan saksi-saksi. Setelah mendapatkan hasil dari verifikasi tersebut pihaknya akan berkoordinasi dengan KPU provinsi.

Sementara itu, pada hari ini penggeledahan di kantor KPU PPU telah selesai. (*)

Baca Juga:NEWS VIDEO Kejari Lakukan Pengeledahan Kantor KPU PPU Karena Tersangka Tak Kooperatif!

Baca Juga:Kejari Geledah Kantor KPU PPU Karena Tersangka tak Kooperatif

Penulis: Dian Mulia Sari
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved