Dendam Galonnya tak Diantar, Pria di Makassar Tega Tikam Pengantar Galon Hingga Tewas
Hanya gara-gara tak mengantar galon selama empat hari, membuat seorang pengantar galon, Marcel harus kehilangan nyawa, Senin (14/9/2020) kemarin.
Hal itu dikatakan Kanit Reskrim Polsek Tamalate AKP Ramli
SB marah melihat Marcel mengantar galon di sekitar rumahnya.
"Jadi antara pelaku dan korban memang sudah ada dendam ya. Jadi ini gara-gara galon sehingga ada ketersinggungan, sudah 4 hari ditelepon-telepon namun (korban) tidak datang," kata Ramli saat diwawancara wartawan.
"Pelaku ini pelanggan korban. Jadi ini gara-gara galon sehingga ada ketersinggungan," kata Ramli.
Sementara itu saat diperiksa penyidik, SB mengaku kesal kepada Marcel.
Karena sudah 4 hari, galonnya tak diantar ke rumah.
Sebelumnya Marsel sempat mengambil galon milik SB dari rumahnya. Karena kotor, SB mengembalikan galon yang telah diantar korban.
"Emosi ku rasa, karena (galonku) tidak dikasih kembali selama empat hari," kata SB saat diperiksa penyidik.
Polisi kemudian memeriksa CCTV dan meminta keterangan para saksi.
"Motor korban ada di rumah pelaku karena diambil. Tapi itulah jelinya anggota sehingga kecurigaan anggota benar ternyata diambil dan pelaku mengakui kalau memang dia menikam korban," kata Ramli.
Ramli menambahkan, pria berusia 43 tahun itu sempat mengaku sebagai wartawan ketika hendak ditangkap.
"Ada kartu pengenal yang ditemukan anggota saat melakukan pencarian barang bukti senjata tajam jenis badik di rumahnya," ujar Ramli.
Polisi mengamankan sebilah badik yang digunakan pelaku untuk menusuk korban.
"Pelaku dijerat Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," pungkasnya.
Sementara itu, pembunuhan lainnya terjadi kepada seorang selingkuhan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ilustrasi-pembunuhan-dari.jpg)