Dendam Galonnya tak Diantar, Pria di Makassar Tega Tikam Pengantar Galon Hingga Tewas
Hanya gara-gara tak mengantar galon selama empat hari, membuat seorang pengantar galon, Marcel harus kehilangan nyawa, Senin (14/9/2020) kemarin.
Menolak diajak nikah selingkuhan, ESR (37) tewas dibunuh, Jumat (4/9/2020).
ESR dan selingkuhannya, MDC (58) diketahui telah menjalani hubungan terlarang sejak 5 tahun terakhir.
Kapolres Kupang AKBP Aldinan RJH Manurung mengatakan, pembunuhan kepada perempuan asal Desa Oelatimo, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah direncanakan pelaku.
"Adanya kecemburuan, kedua pasangan selingkuh ini yang sudah berhubungan selama lima tahun terakhir. Pelaku sudah lama merencanakan perbuatannya,” kata Kapolres Kupang AKBP Aldinan RJH Manurung, kepada sejumlah wartawan, di Kupang, Senin (7/9/2020).
Aldinan menyebut, MDC menjalin hubungan gelap dengan ESR setelah istrinya pergi ke Kalimantan untuk bekerja.
Adapun ESR juga berselingkuh dengan pria lain di Kabupaten TTS.
Menurut Aldinan, ESR pernah mengirimkan foto-foto selingkuhannya dengan pria lain ke ponsel MDC
Hal itu dilakukan karena ESR menolak melanjutkan hubungan dengan pria asal Timor Leste tersebut.
“Hal ini membuat pelaku makin kecewa dan mematangkan rencana pembunuhan,” kata dia.
Saat ini, pelaku telah menjalani penahanan di Mapolres Kupang hingga 20 hari mendatang. (*)
Baca Juga:Deretan Fakta Pembunuhan Janda di Bontang, 3 Kali Hubungan Intim Sampai Terbayang Arwah Korban
Baca Juga:NEWS VIDEO Usai Bunuh Kekasihnya, Kabur ke Muara Jawa, Pelaku Pembunuhan di Bontang Hampir Tewas
Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Nahas Nasib Pengantar Galon Tewas di Tangan Pelanggan, Pelaku Marah Sudah 4 Hari Pesanan Tak Diantar, https://jakarta.tribunnews.com/2020/09/15/nahas-nasib-pengantar-galon-tewas-di-tangan-pelanggan-pelaku-marah-sudah-4-hari-pesanan-tak-diantar?page=all
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ilustrasi-pembunuhan-dari.jpg)