Minggu, 26 April 2026

Dendam Galonnya tak Diantar, Pria di Makassar Tega Tikam Pengantar Galon Hingga Tewas

Hanya gara-gara tak mengantar galon selama empat hari, membuat seorang pengantar galon, Marcel harus kehilangan nyawa, Senin (14/9/2020) kemarin.

Editor: Samir Paturusi
Wartakota
Ilustrasi-Seorang pengantar galon di Makassar tewas setelah ditikam pemilik galon, Senin (14/9/2020) 

TRIBUNKALTIM.CO-Hanya gara-gara sepele, orang nekat menghilangkan nyawa orang.

Sama seperti di Jalan Daeng Tata 1, Kecamatan Tamalate.

Hanya gara-gara tak mengantar galon selama empat hari, membuat seorang pengantar galon, Marcel harus kehilangan nyawa, Senin (14/9/2020) kemarin.

Pelaku tak lain adalah pemilik galon, SB (43). 

Saat kejadian, SB rupanya telah menunggu Marcel di Jalan Daeng Tata 1, Kecamatan Tamalate.

Baca Juga:BREAKING NEWS Dikejar Sampai Muara Jawa, Pelaku Pembunuhan Janda Beranak 3 Bontang Ditangkap

Kala itu, Marcel mengantar pesanan di sekitar perumahan.

Tak ada yang mengetahui, SB rupanya sudah memiliki niat jahat kepada si pengantar galon.

Saat Marcel mendatangi rumah SB, SB memukul Marcel sebanyak tiga kali.

Tak hanya itu, Marcel kena tikam SB dengan badik yang telah dibawanya.

Marcel sempat melarikan diri, tetapi ambruk dan meninggal dunia karena luka yang mengenai jantungnya.

Setelah menikam, SB membawa motor Marcel ke rumahnya.

"Ditusuk satu kali tapi dipukul itu 3 kali kayaknya baru natikam. Sudah ditikam langsung bangun itu korban baru natinggal motornya. Motornya korban diambil pelaku baru dibawa pergi ke rumahnya," kata seorang saksi, Syamsuddin dilansir dari Kompas.com.

Sudah selama 4 hari, SB menyimpan dendam kepada Marcel.

Pasalnya selama 4 hari tersebut, Marcel tak kunjung datang mengantar galonnya walau telah dihubungi.

Hal itu dikatakan Kanit Reskrim Polsek Tamalate AKP Ramli

SB marah melihat Marcel mengantar galon di sekitar rumahnya.

"Jadi antara pelaku dan korban memang sudah ada dendam ya. Jadi ini gara-gara galon sehingga ada ketersinggungan, sudah 4 hari ditelepon-telepon namun (korban) tidak datang," kata Ramli saat diwawancara wartawan.

"Pelaku ini pelanggan korban. Jadi ini gara-gara galon sehingga ada ketersinggungan," kata Ramli.

Sementara itu saat diperiksa penyidik, SB mengaku kesal kepada Marcel.

Karena sudah 4 hari, galonnya tak diantar ke rumah.

Sebelumnya Marsel sempat mengambil galon milik SB dari rumahnya. Karena kotor, SB mengembalikan galon yang telah diantar korban.

"Emosi ku rasa, karena (galonku) tidak dikasih kembali selama empat hari," kata SB saat diperiksa penyidik.

Polisi kemudian memeriksa CCTV dan meminta keterangan para saksi.

"Motor korban ada di rumah pelaku karena diambil. Tapi itulah jelinya anggota sehingga kecurigaan anggota benar ternyata diambil dan pelaku mengakui kalau memang dia menikam korban," kata Ramli.

Ramli menambahkan, pria berusia 43 tahun itu sempat mengaku sebagai wartawan ketika hendak ditangkap.

"Ada kartu pengenal yang ditemukan anggota saat melakukan pencarian barang bukti senjata tajam jenis badik di rumahnya," ujar Ramli.

Polisi mengamankan sebilah badik yang digunakan pelaku untuk menusuk korban.

"Pelaku dijerat Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," pungkasnya.

Sementara itu, pembunuhan lainnya terjadi kepada seorang selingkuhan.

Menolak diajak nikah selingkuhan, ESR (37) tewas dibunuh, Jumat (4/9/2020).

ESR dan selingkuhannya, MDC (58) diketahui telah menjalani hubungan terlarang sejak 5 tahun terakhir.

Kapolres Kupang AKBP Aldinan RJH Manurung mengatakan, pembunuhan kepada perempuan asal Desa Oelatimo, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah direncanakan pelaku.

"Adanya kecemburuan, kedua pasangan selingkuh ini yang sudah berhubungan selama lima tahun terakhir. Pelaku sudah lama merencanakan perbuatannya,” kata Kapolres Kupang AKBP Aldinan RJH Manurung, kepada sejumlah wartawan, di Kupang, Senin (7/9/2020).

Aldinan menyebut, MDC menjalin hubungan gelap dengan ESR setelah istrinya pergi ke Kalimantan untuk bekerja.

Adapun ESR juga berselingkuh dengan pria lain di Kabupaten TTS.

Menurut Aldinan, ESR pernah mengirimkan foto-foto selingkuhannya dengan pria lain ke ponsel MDC

Hal itu dilakukan karena ESR menolak melanjutkan hubungan dengan pria asal Timor Leste tersebut.

“Hal ini membuat pelaku makin kecewa dan mematangkan rencana pembunuhan,” kata dia.

Saat ini, pelaku telah menjalani penahanan di Mapolres Kupang hingga 20 hari mendatang. (*)

Baca Juga:Deretan Fakta Pembunuhan Janda di Bontang, 3 Kali Hubungan Intim Sampai Terbayang Arwah Korban

Baca Juga:NEWS VIDEO Usai Bunuh Kekasihnya, Kabur ke Muara Jawa, Pelaku Pembunuhan di Bontang Hampir Tewas

 Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Nahas Nasib Pengantar Galon Tewas di Tangan Pelanggan, Pelaku Marah Sudah 4 Hari Pesanan Tak Diantar, https://jakarta.tribunnews.com/2020/09/15/nahas-nasib-pengantar-galon-tewas-di-tangan-pelanggan-pelaku-marah-sudah-4-hari-pesanan-tak-diantar?page=all

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved