Sensus Penduduk 2020
BPS Balikpapan Gelar Cencus Night, Penuhi Data Sensus Penduduk 2020, Sasar Tuna Wisma dan Awak Kapal
Pihak Badan Pusat Statistik Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur ( BPS Balikpapan ) melakukan Cencus Night pada 15 September, waktu malam hari
Penulis: Heriani AM | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sensus Penduduk 2020 yang digelar bulan ini yang merupakan lanjutan pencacahan secara daring, terus bergulir.
Pihak Badan Pusat Statistik Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur ( BPS Balikpapan ) melakukan Cencus Night pada 15 September, waktu malam hari.
Proses Cencus Night adalah sensus penduduk yang dilakukan untuk mencacah penduduk tunawisma atau penduduk jalanan.
Ia menambahkan mereka penghuni jalanan kota Balikpapan tetap harus disensor lantaran juga merupakan penduduk Indonesia.
Baca Juga: Percobaan Vaksin Covid-19 Sinovac, Diklaim Aman Digunakan oleh Kalangan Lansia
Baca Juga: 16 Kasus Baru Covid-19 di Yogyakarta, Berasal dari Klaster Warung Solo Sudah Meluas
Momen Cencus Night dilakukan mulai pukul 21.00 Wita dan berakhir keesokan harinya, pukul 06.00 Wita.
"Kami menyusur seluruh area kota Balikpapan seperti sudut kota perempatan pasar terminal pelabuhan hingga tempat-tempat lain yang dicurigai merupakan tempat gelandangan atau tunawisma," ujar Kepala BPS Balikpapan Achamd Zaini, Rabu (16/9/2020).
Sebagian dari tunawisma tetap ada yang membawa kartu identitas, namun jika ditemukan penduduk yang tidak memiliki kartu identitas, pihaknya tetap akan mencatat sebagai data dari sensus September 2020.
selain itu, juga akan dilakukan pendataan bagi penduduk awak kapal berbendera Indonesia yang sedang bersandar di pelabuhan Kota Balikpapan. "Hanya awak kapalnya saja, penumpangnya tidak," tambahnya.
Baca Juga: UPDATE Virus Corona di Berau, Pasien Covid-19 Kembali Bertambah 8, Didominasi Klaster Pertanahan
Baca Juga: Bangun Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur Ditunda, Garap Masterplan dan Infrastruktur Dasar Saja
untuk kegiatan ini, BPS Balikpapan telah berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mendukung lancarnya kegiatan seperti Polairud, KSOP, Pelindo, Dinas Sosial, Camat, Satpol PP, dan Tim Task Force.
Dibentuk sebanyak 5 tim. Di mana satu tim berkisar 8 hingga 10 orang. Satu tim akan bekerja di dua wilayah kecamatan untuk mencatat penduduk tunawisma.
Sementara lokasi kapal sandar berbendera Indonesia dilakukan oleh dua tim yang akan bekerja di wilayah sekitar Pelabuhan Semayang dan Kampung Baru, Kota Balikpapan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kemblai-iksut-apas.jpg)