Breaking News:

PHKT Beri Bantuan Bagi 387 Nelayan PPU di Wilayah Rig Seturian

-Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) bersama kelompok nelayan atau bagan dan 387 nelayan dari wilayah pembangunan Rig Seturian di Kabupaten PPU

TRIBUNKALTIM.CO/HO
PHKT bersama jajaran Pemda PPU serta para nelayan saat menandatangan pemberian bantuan, Kamis (17/9/2020) 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM -Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) bersama kelompok nelayan atau bagan dan 387 nelayan dari wilayah pembangunan Rig Seturian di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur melakukan penandatanganan berita acara kesepakatan program bantuan nelayan tambahan.

Penandatanganan itu dilaksakan di Hotel Aqila Penajam, Kamis (16/9/2020) pagi.

Assisten Manager Relations Deden M. Idhani mengatakan, bahwa bantuan dari PHKT yang diperuntukkan bagi 387 nelayan tersebut merupakan hasil verifikasi ulang yang telah dilaksanakan tanggal 25 - 28 Februari 2020 lalu.

Baca Juga:VIRAL Nelayan Tak Sengaja Tangkap Makhluk Misterius Mirip Monster Saat Melaut, Terjadi di Templeman

Baca Juga:Gelombang Besar, Nelayan Waru PPU tak Bisa Melaut dan Memilih Jadi Kuli Bangunan

Dari hasil verifikasi tersebut, masing-masing nelayan diantaranya dari Desa Api-Api terdapat 29 orang nelayan dan 32 orang pancari kerang, Desa Sesulu 34 orang anak buah bagan, Kelurahan Waru 13 orang juragan mini purse seine atau gae, 179 orang anak buah kapal mini purse seine atau gae, 12 orang pasese dan Kelurahan Tanjung Tengah sebanyak 88 orang nelayan.

"Kami berharap bantuan ini nantinya dapat bermanfaat dan memberikan keringanan bagi para nelayan yang ada," kata Deden.

Asisten II Setkab PPU, Ahmad Usman dalam kesempatan ini menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak PHKT yang telah ikut berpartisipasi terhadap nelayan di Kabupaten PPU.

"Kepada pihak PHKT kami ucapkan terima kasih semoga atas bantuan yang telah diberikan tersebut bisa bermanfaat dan proyek pengeboran juga bisa berjalan dengan lancar, Kami juga menyampaikan terima kasih kepada kepala desa, lurah, dan Dinas Perikanan yang telah membantu melakukan verifikasi nelayan yang ada," kata Ahmad Usman. (Tribunkaltim.co/Dian Mulia)

Baca Juga:Pengamat Menilai Jembatan Pulau Balang tak Matikan Nelayan dan Transportasi Laut

Baca Juga:Buaya Raksasa Terdeteksi di Nunukan, Panjang 15 Meter Lebar 2,5 Meter Posisi Menghadap Kapal Nelayan

Penulis: Dian Mulia Sari
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved