Breaking News:

Pengamat Menilai Jembatan Pulau Balang tak Matikan Nelayan dan Transportasi Laut

Salah satu pembangunan infrastruktur penting dalam koridor trans Kalimantan, yakni Jembatan Pulau Balang, menunjukkan perkembangan konstruksi

TRIBUNKALTIM.CO, ARIS JONI
Progres pembangunan Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Kabupaten PPU dan Kota Balikpapan kini suda mencapai 82 persen. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Salah satu pembangunan infrastruktur penting dalam koridor trans Kalimantan, yakni Jembatan Pulau Balang, menunjukkan perkembangan konstruksi yang signifikan.

Jembatan terbentang sepanjang 1 kilometer dengan tinggi 29 meter, ditarget rampung akhir tahun ini.

Selain jembatan utama, rencananya juga akan dibangun Jembatan Sungai Riko untuk menyempurnakan operasional.

Bahkan, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XII Kalimantan Timur -Utara, Direktorat Jenderal Bina Marga akan mengusulkan pembangunan beautifikasi di sekitar wilayah jembatan.

Baca Juga:Jembatan Pulau Balang Menghubungkan Balikpapan Penajam Punya Potensi Wisata BPJN Bangun Beautifikasi

Baca Juga:Tinggal 89 Meter Lagi Jembatan Pulau Balang Tersambung, Target Rampung Akhir Tahun 2020

Jembatan ini merupakan akses penghubung trans Kalimantan di sisi selatan, menghubungkan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kota Balikpapan.

Jembatan Pulau Balang digadang akan berdiri megah nan indah. Terlebih jika ditengok dari lokasi Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kecamatan Sepaku, PPU.

Lalu bagaimana dampak sisi ekonomi dari pembangunan senilai Rp 1,3 triliun ini?

Menurut Pengamat Ekonomi kota Balikpapan Dr Didik Hadiyatno, adanya jembatan tersebut, tentu memudahkan mobilitas masyarakat.

Halaman
12
Penulis: Heriani AM
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved