Rabu, 8 April 2026

Ekspedisi Putra Kaltim Minta Distribusi Barang dari Jawa ke Samarinda Dijaga

UMKM di Samarinda tidak perlu takut untuk tetap melakukan pembelian barang dari supplier di Surabaya dan didistribusikan melalui Putra Kaltim.

Editor: Fransina Luhukay
Ekspedisi Putra Kaltim
Aktivitas muat barang dari kantor menuju pelanggan. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Sinyal resesi ekonomi akibat dari pandemi Covid-19 semakin jelas bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan. Bahkan, Menteri Keungan Sri Mulyani Indrawati sudah memperkirakan ekonomi nasional bisa terjun ke angka minus 2 persen pada kuartal ke III 2020.

Akibatnya, pertumbuhan bisnis hampir di semua sektor melambat bahkan terhenti, tidak terkecuali di sektor logistik dalam hal ini ekspedisi muatan kapal laut. Sempat mengalami perlambatan pertumbuhan bisnis pada kuartal II 2020 akibat dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang sangat tegas diterapkan di wilayah Jawa khususnya Jakarta sebagai ibukota dan Surabaya.

Kalimantan Timur, khususnya Kota Samarinda sangat mengandalkan pendistribusian barang dari Pulau Jawa. Dengan adanya PSBB sangat berimbas pada perlambatan bisnis di bidang logistik.

Lidya Apriliani, manajemen Ekspedisi Putra Kaltim mengatakan, meskipun sempat mengalami perlambatan akibat pandemi Covid-19 ini, pihaknya tetap mendukung peraturan yang diterbitkan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah.

Akan tetapi, Lidya menegaskan, pendistribusian barang haruslah tetap terjaga arus keluar masuknya. Sebab jika menurun atau bahkan berhenti, maka persediaan barang komoditi dan kebutuhan pokok di Samarinda akan terbatas dan mengakibatkan harga kebutuhan pokok dan lainnya melonjak.

Hal tersebut akan menimbulkan domino effect terhadap kesejahteraan masyarakat di Samarinda. Maka dari itu, Lidya optimistis di sisa tahun 2020 ini, Putra Kaltim mampu mencapai target pertumbuhan bisnis walaupun masih di masa pandemi.

Domino effect dari resesi akibat pandemi tersebut, menurutnya, sudah dapat dirasakan sejak akhir kuartal II 2020, dimana harga-harga bahan pokok mengalami kelonjakan mulai dari 0,5 persen hingga 5 persen terhitung dari Januari 2020 sebelum Indonesia mengumumkan beberapa orang yang positif Covid-19 hingga pemerintah memutuskan untuk melakukan PSBB. Tentunya masyarakat tidak ingin hal ini menjadi semakin parah, sehingga arus pendistribusian barang harus tetap dijaga dan diperkuat.

Adanya ketakutan akan terbawanya Covid-19 dari Pulau Jawa khususnya Surabaya yang sempat menjadi zona merah ke Samarinda yang menempel di permukaan barang, kata Lidya, tidak perlu dikhawatirkan. Sebab, pihak Putra Kaltim, baik di Surabaya dan Samarinda sama-sama menerapkan protokol kesehatan secara tepat dan ketat hingga barang masuk seluruhnya ke dalam kontainer. WHO pun menyebutkan, Covid-19 tidak dapat bertahan dalam waktu lama di ruangan yang panas dan pengap.

Jadi, seluruh UMKM di Samarinda tidak perlu takut untuk tetap melakukan pembelian barang dari supplier di Surabaya dan didistribusikan ke Samarinda melalui Putra Kaltim, karena kebersihan dan prosedur protokol kesehatan yang selalu dijaga. Terakhir, Lidya menegaskan, pendistribusian barang harus tetap dilakukan dan digalakkan, tujuannya untuk menghindari kelangkaan kebutuhan pokok yang mengakibatkan meningkatnya harga yang berimbas pada daya beli dan berpotensi mempengaruhi kesejahteraan masyarat di Samarinda.(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved