GMPPKT Datangi Gedung DPRD Kaltim, Tuntut Buat Pansus Permasalahan Ambruknya Hanggar BSB Samarinda

Gabungan Mahasiswa Peduli Pembangunan Kalimantan Timur (Kaltim) atau GMPPKT mendatangi Kantor DPRD Kaltim di Kota Samarinda.

Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/JINO KARTONO
Gabungan Mahasiswa Peduli Pembangunan Kalimantan Timur (Kaltim) atau GMPPKT mendatangi Kantor DPRD Kaltim di Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur pada Jumat (18/9/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA -  Gabungan Mahasiswa Peduli Pembangunan Kalimantan Timur (Kaltim) atau GMPPKT mendatangi Kantor DPRD Kaltim di Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur pada Jumat (18/9/2020).

Mereka menyerahkan berkas laporan terkait insiden rubuhnya hanggar Bandara Samarinda Baru tahun 2013 silam. Mereka menduga adanya praktek korupsi dalam pembangunan gedung tahun anggaran 2012/2013 tersebut.

Mereka pun datang dengan maksud agar suara mereka diterima oleh anggota dewan.

"Tadi datang hearing dengan ketua Komisi III DPRD Kaltim bermaksud menyoroti terkait carut marutnya pembangunan berdasarkan lhp BPK tahun 2015. PT. Adhi Tanjung selaku kontraktor tidak mampu mengerjakan proyek fisik pembangunan hanggar tidak sampai 100 persen," kata Adhar selaku kordinator aksi.

Baca Juga: Sugiyono Resmi Pimpin DPRD Samarinda, SK Sudah Dikeluarkan DPP PDI Perjuangan

Baca Juga: Kisah Bocah di Bontang Diterkam Buaya, Kakak Korban Ada Firasat dan Ambil Parang Ingin Balas Dendam

Ia meminta DPRD Kaltim untuk memanggil pihak terkait runtuhnya hanggar BSB senilai 9,3 miliar. Organisasi ini meminta agar DPRD Kaltim segera membentuk pansus untuk mengusut permasalahan ini.

Sementara itu ketua Komisi III DPRD Kaltim Hasanuddin Mas'ud telah menerima laporan dari mahasiswa.

Nantinya ia akan memanggil dinas perhubungan, kontraktor serta konsultan yang turut berperan dalam pembangunan tersebut.

"Keinginan mahasiswa terhadap aspirasi hangar di BSB minta difollow up ke Kepala Dinas, kontraktor dan konsultan. Sekalian memanggil Dishub Kita panggil kembali informasi lengkap nanti Kita follow up," ucap Hasanuddin Mas'ud.

Sementara itu pihak kontraktor tidak merespon ketika TribunKaltim.co mengkonfirmasi hal tersebut.

GMPPKT Serahkan Laporan

Berita sebelumnya. Usai memberikan laporan ke Kejati Kaltim, Gabungan Mahasiswa Peduli Pembangunan Kalimantan Timur ( GMPPKT ) meminta agar kasus dugaan korupsi ambruknya pembangunan hanggar Bandara Samarinda Baru tahun anggaran 2012/2013 silam.

Pembangunan hanggar Bandara yang saat ini bernama Bandara APT Pranoto Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur ini diduga diperkirakan menelan biaya Rp 9,3 miliar

Untuk itu para mahasiswa meminta segera Kejati Kaltim mengusut kasus tersebut. "Kami minta pejabat terkait maupun kontraktor yang bersangkutan segera diusut," ucap Adhar kordinator aksi.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved