Breaking News:

Berita Pemprov Kalimantan Timur

Sabani: Perlu Program Terintegrasi yang Adaptif untuk Pahamkan Pancasila kepada Generasi Milenial

Sa’bani saat menjadi narasumber pada Webinar Sistem Diklat Pembinaan Ideologi Pancasila bagi Komponen Masyarakat Lainnya

HUMASPROV KALTIM/AHMAD RIANDI
WEBINAR PANCASILA - HM Sa’bani saat menjadi narasumber webinar tentang Pancasila yang digagas oleh BPIP RI. Sosialisasikan Pancasila, pahami karakteristik generasi milenial, Senin (21/9/2020). 

SAMARINDA - Bagi bangsa Indonesia, Pancasila merupakan sistem nilai filsafat terbaik, sekaligus menjadi sistem nilai fundamental dasar negara. Namun belakangan ini, nilai-nilai Pancasila kian tergerus, khususnya di kalangan generasi muda atau generasi milenial.

Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur HM Sa’bani menyebut perlu dicari strategi yang tepat sesuai kondisi yang adaptif sejalan dengan perkembangan teknologi informasi, sehingga Pancasila bisa dipahami dan dimplementasikan oleh masyarakat, terkhusus generasi milenial.

“Harus ada regulasi dan program yang tersusun rapi dan terencana, sistematis dan terpadu, agar kita memiliki panduan yang bisa dipahami bersama secara terintegrasi tentang Pancasila di masa sekarang,” kata Sa’bani saat menjadi narasumber pada Webinar Perencanaan Kebijakan Program dan Kerja Sama Pengembangan Aspek Kelembagaan dan Jejaring Kerja Sistem Diklat Pembinaan Ideologi Pancasila bagi Komponen Masyarakat Lainnya di Ruang HoB Kantor Gubernur Kaltim, Senin (21/9/2020). Webinar digagas oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia.

Lanjut Sa’bani menjelaskan, tanpa regulasi dan program yang terintegrasi, maka masing-masing individu dan kelompok akan memahami Pancasila dengan pola pikirnya sendiri. Hal ini justru akan memperpanjang debat tentang bagaimana implementasi Pancasila. Padahal di negara-negara maju, mereka tidak lagi berdiskusi tentang ideologi negara, sehingga bisa lebih fokus pada pembangunan ekonomi dan kesejahteraan bangsa.

“Kami berterimakasih sekali kepada BPIP, karena telah sedemikian rupa memformulasikan strategi untuk menyampaikan lebih dalam tentang ideologi Pancasila ke berbagai elemen masyarakat, baik melalui diklat atau penyelenggaraan metode lainnya,” tambah Sa’bani.

Khusus terkait pengenalan dan pemahaman tentang Pancasila kepada generasi milenial, Sa’bani menyarankan agar program dan regulasi yang akan disusun harus mampu memahami karakteristik generasi milenial.

Strategi dan inovasi baru harus diolah sedemikian rupa. Pasalnya, tantangan semakin kompleks di era teknologi informasi yang semakin cepat. Generasi milineal akan lebih mudah diberikan sosialisasi sesuai kemampuan mereka beradaptasi. Tidak bisa lagi dengan metode konvensional, tatap muka berkepanjangan, atau menyuguhi mereka hanya dengan banyak teori.

“Perlu strategi yang adaptif dengan perkembangan zaman,” tegas Sa’bani.

Dalam kaitan ini, Sa’bani menyampaikan bahwa Pemprov Kaltim sudah melakukan beberapa program. Selain sosialisasi kepada para pelajar dan mahasiswa, juga dilakukan berbagai lomba kreativitas tentang Pancasila. “Jadi lebih memberi peran langsung kepada mereka untuk membuat inovasi baru terkait implementasi Pancasila dalam kehidupan mereka sehari-hari,” imbuh Sa’bani.

Kaltim pun telah membentuk Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan dengan komponen terkait meliputi Pemprov Kaltim, Korem 091/ASN, Polda Kaltim, partai politik, Forum Pembauran Kebangsaan, perguruan tinggi, media massa dan FKUB. (sul/adv)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved