Terjaring Razia di Hotel, Pasangan Ini Mengaku Ponakan Ternyata Miliki Hubungan Asmara
-Lima pasangan bukan suami istri tanpa memiliki kartu identitas diamankan petugas, lantaran berada di dalam satu kamar.
TRIBUNKALTIM.CO-Lima pasangan bukan suami istri tanpa memiliki kartu identitas diamankan petugas, lantaran berada di dalam satu kamar.
Mereka diamankan petugas dari Unit Tindak Pidana Ringan (Tipiring) Satuan Shabara Polrestabes Palembang saat melakukan operasi Cipta Kondisi (Cipkon) dengan mendatangi beberapa hotel kelas melati dan tempat kos yang diduga dijadikan tempat mesum.
Bahkan dalam razia ini, seorang laki-laki inisial D (21) dan A perempuan usia 28 mengaku adalah tante dan keponakan.
Baca Juga:NASIB Pasangan Muda Usai Mengaku Tante dan Ponakan Saat Digerebek di Hotel, Begini Respons Polisi
Baca Juga:Kepala Dinas Ketahuan Selingkuh, Digerebek Istri di Hotel, hingga Ceraikan Istri yang sedang Sakit
Namun, keduanya didapati berada sedang berada di atas kasur dalam satu kamar di salah satu hotel kelas melati.
D yang gelagapan melihat petugas yang datang mengaku adalah keponakan A. Mereka ada di dalam kamar karena sedang bermalam.
"Ini keponakan saya pak,"kata A kepada petugas saat dilakukan pemeriksaan, Senin (28/9/2020).
Mendengar ucapan A, petugas meminta keduanya untuk menujukkan kartu identitas masing-masing.
Namun, keduanya tak bisa memperlihatkan KTP. Saat dilakukan pemeriksaan, D diketahui merupakan warga Tanjung Raja, Ogan Ilir, sementara A tercatat sebagai warga Kecamatan Kertapati, Palembang.
Kepala Satuan (Kasat) Shabara Polrestabes Palembang, AKBP Sonny Triyanto mengatakan, keduanya saat ini telah diamankan untuk didata, termasuk empat pasangan lain yang kedapatan di dalam kamar hotel.
"Total ada lima pasangan bukan suami istri yang kita amankan. termasuk D dan A ini, mereka awalnya mengaku bibi dan keponakan, ternyata bukan," kata Sonny.
Menurut Sonny, upayakan Cipkon ini dilakukan untuk memberantas penyakit masyrakat (pekat) di tengah pandemi Covid-19.
Mereka yang kedapatan akan dilakukan pembinaan agar tak lagi mengulagi perbuatannya lagi.
"Yang tertangkap akan dipanggil orangtuanya untuk dijemput. Mereka juga di data agar tak lagi mengulangi perbuatannya,"ujar Kasat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ilustrasi-selingkuh-98998989.jpg)