Minggu, 19 April 2026

PHRI Balikpapan Minta Hotel Transparan Jika Terima Pasien Isolasi Mandiri Covid-19

Hal ini karena terbatasnya ruang rawat di berbagai fasilitas kesehatan akibat melonjaknya pasien covid-19 dua bulan terakhir.

Penulis: Heriani AM | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HERIANI
Ketua PHRI Balikpapan, Sahmal Ruhip.TRIBUNKALTIM.CO/HERIANI 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan secara terbuka menganjurkan kepada perhotelan untuk tidak takut menerima pasien isolasi dan karantina mandiri.

Hal ini karena terbatasnya ruang rawat di berbagai fasilitas kesehatan akibat melonjaknya pasien covid-19 dua bulan terakhir.

Ada hotel yang secara khusus melayani masyarakat yang melakukan karantina mandiri, maupun pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Kota Beriman. Salah satunya hotel Adika Bahtera dan Menara Bahtera.

Baca Juga:Warga yang Buka Peti dan Mandikan Mayat, Terpapar Covid-19, Suami Istri Meninggal karena Corona

Baca Juga:11 Menteri Kesehatan di Beberapa Negara Pilih Mundur Saat Corona Melonjak, Kemana Menkes RI Terawan?

Menurut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan, Sahmal Ruhip, kemauan menerima layanan isolasi mandiri tergantung masing-masing manajemen. Namun sebaiknya, transparan kepada publik.

"Sebetulnya, hotel lebih baik terang-terangan menerima pasien isolasi dan karantina mandiri. Dari pada diam-diam, nanti tidak terprogram," ujar Sahmal saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (30/9/2020).

Dengan begitu, pengaturan ruangan kamar isolasi dan umum bisa diatur. Misalnya hotel dengan 4-10 lantai, bisa menggunakan dua lantai terakhir untuk isolasi mandiri, sisanya menerima tamu umum. Jadi tidak tercampur dan tidak ada perasaan was-was dari pengunjung.

"Tidak menganggu protokol kesehatan yang lain. Biasanya pasien isolasi mandiri, tidak boleh kemana-mana. Menetap saja di dalam kamar. Perlengkapan hingga makannya diantar oleh petugas. Jadi tidak ada kontak," urainya.

Namun jika secara diam-diam, apalagi mengisolasi pasien tanpa gejala (OTG), amat sangat rentan. Sehingga hotel-hotel cukup berbahaya, jika protokol kesehatannya kurang.

Baru-baru ini, lanjut Sahmal, perhotelan membuat forum diskusi online dengan Dinas Kesehatan setempat.

Yang fokus terhadap konsolidasi covid-19, apalagi sudah banyak hotel yang mendaftarkan untuk menerima pasien isolasi mandiri, namun menunggu kesepakatan dengan pemerintah dalam pengoperasiannya.

Rata-rata, pengajuan dilakukan oleh hotel berbintang. Untuk jumlah, PHRI sendiri tidak memegang data, hotel mana saja yang akan menjalankan program tersebut. Karena merupakan kebijakan internal masing-masing manajemen.

"Namun ini bagus. Lebih baik menerima pasien tersebut di situasi sulit ini, dimana tamu susah sekali. Asal protokol kesehatan berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas dijalankan," katanya. (Tribunkaltim.co/Heriani)

Baca Juga:Kasus Corona Turun di Balikpapan, Pemberlakuan Jam Malam Belum Dicabut, Ini Alasan Kepala Satpol PP

Baca Juga:Satgas Covid-19 Beber 20 Daerah dengan Angka Kematian Corona Lebih dari 100 Orang, Ada Balikpapan?

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved