Cuaca tak Menentu, Picu Kebakaran Lahan di Samarinda, Disdamkar Imbau Warga Waspada
Cuaca yang tidak menentu beberapa pekan terakhir di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, setidaknya juga sempat memicu terjadinya kebakaran lah
Penulis: Mohammad Fairoussaniy |
Terkadang petugas yang melakukan penyemprotan di lapangan harus berulang kali melakukannya.
Hal ini untuk memastikan bahwa api tidak membesar dan menjalar ke titik lahan lain, hawa panas yang berada di sekitar lahan terbakar bisa membuat api kembali berkobar dan meluas ke lahan lain.
Terlebih jika dalam kondisi kering.
"Dalam kondisi seperti itu, unit tangki yang ada, harus kembali mengisi air. Ya bolak-balik, apalagi titik air minim di lapangan. Petugas benar-benar kembali ke posko jika api benar-benar padam (melakukan tahan pendinginan)," tutur Nursan.
Tak hanya itu, Nursan juga mengimbau, masyarakat Kota Tepian mengurangi kegiatan pembukaan lahan dengan cara dibakar.
Baca juga: Terbaru, Jadwal Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 11 di prakerja.go.id, Warning Bagi Gelombang 10
Baca juga: Hari ini Diperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Ini Hikmah dan Keutamaan, Dilengkapi Bacaan Sholawat
Kalaupun dengan cara merintis serta melakukan pembakaran dan pembersihan sekitar lahan, ia meminta untuk tetap dijaga dan diawasi.
Sehingga api pembakaran tidak membesar dan merambat ke tempat lain.
Terutama yang harus sangat diwaspadai jika lokasi lahan berdekatan dengan permukiman penduduk.
“Kami harap bantuan masyarakat untuk sama-sama menjaga dan menginformasikan ketika ada kebakaran. Serta mensosialisasikan ke masyarakat yang lain apabila ada melakukan pembakaran,” ucap Nursan.
(TribunKaltim.co/Mohammad Fairoussaniy)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/peristiwa-kebakaran-lahan-yang-terjadi-kamis-22102020-sepekan-lalu-di-kecamatan-palaran.jpg)