Indonesia Resmi Resesi Ekonomi, Apa Arti Resesi, Bagaimana Dampaknya ke Masyarakat?
Hal ini diketahui dari Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Apa arti resesi dan bagaimana dampak langsung ke masyarakat.
Beberapa di antaranya seperti Amerika Serikat, Singapura, Korea Selatan, Australia, Uni Eropa, hingga Hong Kong.
Saat ini kebanyakan negara di dunia menerapkan kebijakan untuk menekan persebaran Covid-19.
Hal tersebut memberikan dampak ke perekonomian negara-negara dunia.
Pasalnya, aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat terhenti dengan adanya penerapan pembatasan sosial atau lockdown di hampir seluruh negara di dunia.
Bahkan pertumbuhan ekonomi global diproyeksi oleh Dana Moneter Internasional (IMF) mengalami kontraksi hingga 4,4 persen.
Pertumbuhan Ekonomi Negatif Diprediksi hingga Kuartal IV
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi RI di kuartal III 2020 kembali terkontraksi, yakni minus 3,49 persen.
Dengan begitu, Indonesia mengalami resesi karena di kuartal II 2020 ekonomi juga minus 5,32 persen.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara memprediksi, pertumbuhan ekonomi yang berada di level negatif ini masih akan berlanjut di kuartal IV 2020.
Sebab, masih terjadi pelemahan daya beli masyarakat disertai dengan pergerakan /mobilitas ke pusat aktivitas ekonomi yang belum normal.
Industri manufaktur pun menurunkan kapasitas produksinya dan lebih banyak lakukan penghematan biaya operasional.
"Kinerja ekspor juga belum ada tanda perbaikan yang berarti.
Ini berimbas pada minat investasi yang rendah, meskipun di kuartal ke III dari laporan BKPM ada sedikit perbaikan," kata Bhima kepada Kompas.com, Kamis (5/11/2020).
Bhima menilai, tren pemulihan ekonomi masih berjalan lambat, meskipun ada tanda perbaikan. Perbaikan secara global terlibat dari kontraksi ekonomi kuartal III 2020 AS tidak sedalam dibanding kuartal II.
Bureau of Economic Analysis AS mencatat, ekonomi kuartal III 2020 masih terkontraksi -2,9 persen. Meski negatif, pertumbuhan ekonomi membaik dari -9 persen di kuartal II 2020.