Pilkada Bontang
Neni Moerniaeni Sebut Bontang Terancam Jadi Kota Mati, Ini Alasannya
Calon Walikota Pilkada Bontang nomor urut 02, Neni Moerniaeni membangun narasi besar soal kota mati pada debat publik belum lama ini
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani | Editor: Samir Paturusi
Gas dari perusahaan itu menjadi penyumbang devisa terbesar bagi Lhokseumawe dan Indonesia pada periode 1980-1990.
"Dari pengalaman Kota Arun, ketika habis gas, dia jadi kota mati. Ini tak boleh terjadi di Bontang. Penguatan di Bontang menyiapkan industri pasca migas," katanya.
Neni mengingatkan warga Bontang bahwa ancaman tersebut nyata bakal dihadapi Kota Bontang.
Ia mengajak publik membayangkan apabila PT Badak tutup. Ribuan pekerja bakal kembali ke kampung asalnya.
"Saya ingatkan semua, untuk bayangkan. Sampai LNG (PT Badak) tutup. Bagaimana yang kerja di sana kembali ke jawa. Bontang jadi kota mati," ujarnya.
"Ketika kita tak antisipasi, berkoordinasi dengan Pertamina. Kemarin, saya sudah bersurat, untuk segera utilitas dijadikan LNG bunkering, LPG. Supaya utilitas yang ada bisa tetap survive. Sementara kalau dibiarkan saja, karena itu jadi aset kita. Habis minyak, jadi kota mati," sambungnya.
Tak hanya migas, batubara pun demikian, semua industri yang bergantung pada sumber daya alam (SDA) tak terbarukan pasti akan rubuh pada waktunya.
"Kalau kita tak antisipasi. Pasca batubara, minyak dan gas, kalau tak persiapan pasti akan jadi kota mati," tuturnya.
Baca Juga: 375 Penyandang Disabilitas Bontang Tak Dapat TPS Khusus, Begini Cara Mereka Mencoblos Pilkada 2020
Baca Juga: Ditanya SDM Basri tak Mau Warga Bontang Jadi Penonton, Neni Berjuang Bangun Peti Kemas
Baca Juga: BREAKING NEWS Debat Kandidat Pilkada Bontang Berlangsung, KPU Pastikan Terapkan Protokol Kesehatan
Ditambahkan Neni, selama masa pemerintahannya ia berhasil menelurkan RTRW yang di dalamnya terdapat peruntukan kawasan industri.
Selain bertujuan menarik Pertamina untuk membangun kilang minyaknya di Bontang. Kawasan tersebut diproyeksi sebagai kawasan industri hilir bagi masa depan.
"Bayangkan industri hilir kita sekarang saja, CPO ekspor ke india dan China. Belum lagi bio diesel yang dibangun. Persiapan ini yang saya lakukan. Bontang pada waktunya gas tak ada, insha alloh akan tetap jadi kota yang hidup," ungkapnya.
Sementara pemberitaan sebelumnya, pasangan nomor urut 01, Basri Rase mengaku prioritaskan kebijakan yang memperkuat ekonomi mikro di Bontang, Kalimantan Timur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/calon-walikota-bontang-nomor-urut-2-neni-moerniaeni.jpg)