Rabu, 27 Mei 2026

Pilkada Bontang

Neni Moerniaeni Sebut Bontang Terancam Jadi Kota Mati, Ini Alasannya

Calon Walikota Pilkada Bontang nomor urut 02, Neni Moerniaeni membangun narasi besar soal kota mati pada debat publik belum lama ini

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD FACHRI
Calon Walikota Bontang nomor urut 2, Neni Moerniaeni usai Debat Publik Pilkada Bontang, Sabtu (7/11/2020) di Hotel Grand Mutiara Bontang, Kalimantan Timur.TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD FACHRI 

Gas dari perusahaan itu menjadi penyumbang devisa terbesar bagi Lhokseumawe dan Indonesia pada periode 1980-1990.

"Dari pengalaman Kota Arun, ketika habis gas, dia jadi kota mati. Ini tak boleh terjadi di Bontang. Penguatan di Bontang  menyiapkan industri pasca migas," katanya.

Neni mengingatkan warga Bontang bahwa ancaman tersebut nyata bakal dihadapi Kota Bontang.

Ia mengajak publik membayangkan apabila PT Badak tutup. Ribuan pekerja bakal kembali ke kampung asalnya.

"Saya ingatkan semua, untuk bayangkan. Sampai LNG (PT Badak) tutup. Bagaimana yang kerja di sana kembali ke jawa. Bontang jadi kota mati," ujarnya.

"Ketika kita tak antisipasi, berkoordinasi dengan Pertamina. Kemarin, saya sudah bersurat, untuk segera utilitas dijadikan LNG bunkering, LPG. Supaya utilitas yang ada bisa tetap survive. Sementara kalau dibiarkan saja, karena itu jadi aset kita. Habis minyak, jadi kota mati," sambungnya.

Tak hanya migas, batubara pun demikian, semua industri yang bergantung pada sumber daya alam (SDA) tak terbarukan pasti akan rubuh pada waktunya.

"Kalau kita tak antisipasi. Pasca batubara, minyak dan gas, kalau tak persiapan pasti akan jadi kota mati," tuturnya.

Baca Juga: 375 Penyandang Disabilitas Bontang Tak Dapat TPS Khusus, Begini Cara Mereka Mencoblos Pilkada 2020

Baca Juga: Ditanya SDM Basri tak Mau Warga Bontang Jadi Penonton, Neni Berjuang Bangun Peti Kemas

Baca Juga: BREAKING NEWS Debat Kandidat Pilkada Bontang Berlangsung, KPU Pastikan Terapkan Protokol Kesehatan

Ditambahkan Neni, selama masa pemerintahannya ia berhasil menelurkan RTRW yang di dalamnya terdapat peruntukan kawasan industri.

Selain bertujuan menarik Pertamina untuk membangun kilang minyaknya di Bontang. Kawasan tersebut diproyeksi sebagai kawasan industri hilir bagi masa depan.

"Bayangkan industri hilir kita sekarang saja, CPO ekspor ke india dan China. Belum lagi bio diesel yang dibangun. Persiapan ini yang saya lakukan. Bontang pada waktunya gas tak ada, insha alloh akan tetap jadi kota yang hidup," ungkapnya.

Sementara pemberitaan sebelumnya, pasangan nomor urut 01, Basri Rase mengaku prioritaskan kebijakan yang memperkuat ekonomi mikro di Bontang, Kalimantan Timur.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved