Breaking News:

Warga Sebut Pencurian Hasil Tambak di Babulu Laut PPU Sudah Sering Terjadi

Kembali terjadi pencurian hasil tambak sekaligus penganiyaan milik petambak asal Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU)

Penulis: Dian Mulia Sari | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/DIAN MULIA SARI
Alir, anak korban penganiayaan dari pelaku pencurian hasil tambak di Babulu PPU.TRIBUNKALTIM.CO/DIAN MULIA SARI 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM- Kembali terjadi pencurian hasil tambak sekaligus penganiayaan milik petambak asal Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur oleh dua pelaku pencurian.

Korban yaitu Rasyid (60) adalah seorang Petambak asa Kecamatan Babulu.

Ia mengalami penganiayaan pada Jumat (9/11/2020) siang lalu, saat berada di lokasi tambak dan melihat kedua pelaku sedang mencuri hasil tambak miliknya.

Baca Juga: Pencurian Ponsel di Balikpapan, Modus Mencari Kelengahan Pedagang, Pelaku Sandiwara jadi Pembeli

Baca Juga: Akan Tayang di Trans TV Pukul 23.30 WIB, Sinopsis Film Precious Cargo, Aksi Pencurian Kelas Kakap

Baca Juga: NEWS VIDEO Tim Beruang Hitam dan Intelmob meringkus pelaku Tindak Pencurian

Anak korban Alir (30) menyatakan bahwa kejadian penganiayaan dan pencurian di tambak milik beberapa warga ini sudah sering terjadi di Desa Babubu Laut.

"Kejadiannya ini sudah berkali-kali terjadi, di situ banyak kelompok, tapi kalau kita menyebutkan orangnya ini siapa tahu salah kan. Tapi ini orang Babulu Laut juga," kata Alir, Senin (9/11/2020).

Alir pun berharap kejadian ini tidak terulang lagi di Desa Babulu Laut dan diharapkan bisa dibentuk untuk membuat peraturan desa dan membuat sanksi yang tegas, bagi para pelaku pencurian agar tidak mengulangi perbuatannya kembali.

Baca Juga: Polisi Ringkus 2 Pelaku Pencurian Uang di Kubar, Mengaku sebagai Nasabah, Lakukan Pecah Kaca Mobil

Baca Juga: NEWS VIDEO Polisi Bekuk Pelaku Pencurian Spesialis Bobol Rumah di Berau

Baca Juga: Polisi Mediasi Pencurian Kotak Amal di Samarinda, Pelaku Buat Surat Pernyataan tak Mengulang Lagi

"Jadi selama ini selama ada kasus pencurian ini tidak ada sanksi yang tegas buat si pelaku. karena biasanya sering ketangkap tapi tidak ditindak lanjuti, akhirnya melakukan lagi," kata dia.

(TRIBUNKALTIM.CO/DIAN MS)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved