Pilkada Samarinda
Debat Publik Calon Wakil Walikota Samarinda, Buruknya Infrastruktur Jalan Jadi Bahan Debat
Masyarakat Kota Tepian sendiri bisa mengikuti dari teleconference Tribunkaltim.co di halaman facebook atau pun akun media sosial Youtube KPU Samarinda
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Debat publik kedua ini mengundang di pasangan calon (Paslon) Wakil Walikota Samarinda, tepatnya diselenggarakan di hotel Mercure, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.
Masyarakat Kota Tepian sendiri bisa mengikuti dari teleconference Tribunkaltim.co di halaman facebook atau pun akun media sosial Youtube KPU Samarinda.
Lantaran pandemi Covid-19 atau Virus Corona, debat diselenggarakan dengan jumlah orang yang sangat terbatas.
Kembali ke susasana debat, moderator debat, Rina Juwita membuka sebuah amplop berisi pertanyaan yakni Buruknya Infrastruktur Jalan, mudah rusak, minim penerangan, hingga menimbulkan korban jiwa, setiap paslon diberi waktu 60 detik untuk menanggapi.
Baca Juga: Paslon Pilkada Samarinda Zairin Zain-Sarwono Diarak Simpatisan Sebelum Masuk Arena Debat.
Baca Juga: Debat Calon Wakil Walikota, Ini Pesan Ketua KPU Samarinda
Baca Juga: Megawati Ditantang Debat Pancasila Oleh Mahasiswa di Amerika, Ketua Umum PDIP Beri Tantangan Balik
Kali ini giliran paslon nomor urut satu menanggapi pertanyaan yang dilontarkan moderator debat.
Menurut paslon wakil walikota nomor urut satu Darlis Pattalongi, Samarinda sebagai ibukota Kalimantan Timur sudah seharusnya jalan-jalan berstatus nasional, provinsi dan kota mendapat perhatian sesuai ploting yang ada.
"Bagi jalan status nasional Barkati-Darlis (Badar) akan melakukan sinergi ke pemerintah pusat agar jalan didalam kota dengan status nasional betul-betul tertangani, demikian juga jalan provinsi, kami akan meyakinkan pemerintah daerah agar memperhatikan jalan berstatus provinsi. Untuk jalan kota tentunya sudah pasti kami langsung yang bertanggung jawab sepenuhnya untuk menangani jalan kota," janji Darlis Pattalongi.
Menurutnya, masyarakat berhak menikmati jalan yang bagus secara umum, perbaikan jalan tentu memerlukan integrasi anggaran, dari APBN, APBD dan APBD Kota sendiri.
"Tentu keselamatan utama, Barkati-Darlis akan berkomunikasi secara intensif dengan pemerintah pusat dan daerah, dengan begitu kenyamanan dan keamanan masyarakat yang melakui jalan-jalan di kota Samarinda terpenuhi serta terjamin," ujarnya.
Paslon Wakil Walikota nomor urut dua, Rusmadi Wongso, menanggapi masih banyak persoalan terkait infrastruktur.
Ia pun berterkad ketika terpilih bersama Andi Harun akan memprioritaskan permasalahan jalan ini, terlebih ia menyoroti terkait Jalan Sungai Dama, tepatnya Gunung Manggah yang sudah banyak memakan korban jiwa.
"Kita akan memastikan semua jalan yang menjadi kewenangan negara, daerah, dan kota. Bukan hanya meningkatkan akses dan roda ekonomi saja, tetapi peningkatan kenyamanan dan keamanan pada peengguna jalan. Tentunya ini yang jadi perhatian kita, yang sangat berbahaya, Jalur Sungai Dama ke Kecamatan Sambutan yaitu Gunung Manggah banyak korban. Sehingga kita harus memberikan perhatian serius di jalan itu," tegas Rusmadi Wongso menanggapi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/tangkapan-layar-suasana-debat-calon-wakil-walikota-di-hotel-mercure-samarinda.jpg)